Warga Iran, Italia, dan Korsel Dilarang Masuk Indonesia

0
261

Jakarta, Nawacita – Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengumumkan larangan masuk atau transit ke Indonesia, bagi para pendatang atau travelers yang berasal dari Iran, Italia, dan Korea Selatan.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, lantaran menurut laporan World Health Organization (WHO) terdapat kenaikan yang cukup signifikan mengenai kasus Covid-19 atau Virus Corona di luar China.

“Tiga negara yang disebut mengalami kenaikan kasus cukup signifikan mengenai Virus Corona yakni berada di Iran, Italia dan Korea Selatan (Korsel),” kata Retno kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020).

Oleh karena itu, demi kebaikan semua, Retno menyebut bahwa untuk sementara Indonesia mengambil kebijakan baru bagi pendatang atau travelers dari ketiga negara tersebut dilarang masuk ke wilayah Indonesia.

Namun, larangan masuk dan transit bagi para pendatang itu hanya berasal dari beberapa wilayah yang ada di ketiga negara itu. Untuk Iran, larangan dan transit ke Indonesia jika pendatang sempat melakukan perjalanan dari Teheran, Qom dan Gilan.

Untuk Italia, larangan dan transit ke Indonesia jika pendatang sempat melakukan perjalanan dari wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmont. Dan untuk Korsel, jika pendatang sempat melakukan perjalanan dari Kota Daego dan Provinsi Gyeongsangbukdo.

“Untuk seluruh pendatang atau travelers dari Iran, Italia, dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut, diperlukan surat keterangan sehat atau health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara,” ujarnya.

Surat keterangan itu, harus valid atau masih berlaku dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat melakukan check in. Tanpa surat tersebut, maka para pendatang atau travelers tersebut akan ditolak masuk atau transit di Indonesia.

Selain itu, sebelum mendarat ke Indonesia, para pendatang atau travelers dari ketiga negara tersebut juga akan diwajibkan untuk mengisi Health Alert Card atau Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Di kartu itu memuat pertanyaan mengenai riwayat perjalanan. Apabila yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir ke salah satu wilayah yang disebut tadi, maka yang bersangkutan akan ditolak masuk atau transit di Indonesia,” tutur dia.

Sementara itu, bagi Warga Negara Indonesia atau WNI yang melakukan perjalanan dari tiga negara tersebut, terutama dari wilayah-wilayah yang masuk dalam larangan, maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan di Bandara kedatangan.

“Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Minggu, 8 Maret pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai dengan perkembangan,” ucapnya.

RSA

LEAVE A REPLY