Kabar Virus Corona Di Surabaya, Tjujuk Langsung Datangi Puskesmas Tanjungsari

0
383

Surabaya, Nawacita – Beredar kabar adanya pasien terjangkit virus Corona di Surabaya sempat membuat geger warga. Sebab data yang beredar menunjukan lokasi Puskesmas Tanjungsari. Mendengar kabar tersebut, anggota DPRD Kota Surabaya, Tjutjuk Supariono langsung mendatangi Puskesmas Tanjungsari Surabaya. Untuk menkonfirmasi kebenaran mengenai beredarnya daftar nama yang terinfeksi virus Corona yang ramai beredar melalui pesan di Whatsapp Group. (29/2/2020)

Sampai di Puskesmas Tanjungsari dirinya langsung memeriksa dokumen yang menjadi perbincangan di Whatsapp Group. Namun, setelah dicermati ternyata dokumen tersebut merupakan daftar nama orang yang telah berpergian ke negara yang terjangkit virus corona.

“Dokumen tersebut merupakan daftar orang yang berpergian keluar negeri yang terjangkit virus corona. Pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan pemantauan kepada nama-nama tersebut,” katanya

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menepis kebenaran adanya pasien yang terkena virus corona di Puskesmas Tanjungsari Surabaya. Ia mengatakan jika nama-nama yang ada di daftar tersebut tidak terkena virus corona dan bahkan mereka sudah berada di rumah.

“Jadi beliau-beliau ini di rumah dan tidak terkena virus corona,” terangnya.

Tjutjuk sangat menyesalkan kepada pihak yang menyebarkan data tersebut ke publik. Karena menurutnya data itu merupakan rahasia pasien.

“Saya menyesalkan kenapa data itu bisa keluar dan menjadi konsumsi publik. Seharusnya data pasien itu bersifat rahasia,” terang anggota Komisi D DPRD kota Surabaya itu.

Ia menghimbau kepada semua warga Surabaya untuk tidak mudah menerima dan menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Untuk berita hoax saya harap masyarakat bisa menyaring informasi yang benar. Sehingga tidak cepat menyebarkan. Bertanya ke Dinas Kesehatan untuk keakuratan informasi tersebut,” tuturnya.

Terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas kepada nama-nama tersebut, Tjutjuk menjelaskan bahwa prosedural dari Dinas Kesehatan memang seperti itu. Jadi, orang yang sudah melakukan perjalanan ke luar negeri harus diperiksa oleh Puskesmas.

“Jadi begini. Setiap kita pulang dari luar negeri pasti dipantau oleh Puskesmas. Termasuk umroh,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Puskesmas sebagai pemilik data pasien masih melakukan investigasi mengapa data tersebut bisa keluar dan menjadi konsumsi publik.

(and)

LEAVE A REPLY