Perangi Gerombolan Belalang, China Kerahkan 100 Ribu Pasukan Bebek

0
814
Perangi Gerombolan Belalang, China Kerahkan 100 Ribu Pasukan Bebek.
Perangi Gerombolan Belalang, China Kerahkan 100 Ribu Pasukan Bebek.

BEIJING, Nawacita – Pasukan bebek China menunggu dikerahkan ke Pakistan, untuk memerangi gerombolan belalang pemakan tanaman yang mengancam keamanan pangan negara tersebut.

Melansir Bloomber, Kamis (27/2/2020), menurut Lu Lizhi, seorang peneliti senior di Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian Zhejiang, sedikitnya 100.000 bebek akan dikirim ke Pakistan pertengahan tahun ini untuk memerangi wabah belalang padang pasir.

Lu yang bertanggung jawab atas proyek tersebut bersama-sama dengan sebuah universitas di Pakistan mengatakan, bebek adalah senjata biologis dan lebih efektif daripada pestisida.

Baca Juga: Pemerintah Larang Impor Hewan Hidup dari China Kecuali Ikan

“Seekor bebek mampu memakan lebih 200 belalang sehari,” kata Lu. Ia menjelaskan uji coba akan dimulai di wilayah barat China Xinjiang akhir tahun ini sebelum bebek dikirim ke Pakistan.

Segerombolan belalang gurun telah menyebar melalui negara-negara dari Afrika Timur ke Asia Selatan, menghancurkan tanaman dan padang rumput. Wabah hama belalang, hujan yang tidak terprediksi dan momok benih berkualitas rendah, telah menghantam tanaman di daerah penghasil terbesar Pakistan.

Baca Juga: Kemana Presiden Xi Jinping saat China Perangi Virus Corona?

Ini akan menjadi sangat penting bagi China, yang berbatasan dengan Pakistan untuk mencegah invasi. Namun, China memiliki beberapa perisai dalam bentuk pegunungan Himalaya yang berfungsi sebagai penghalang.

Sekelompok pakar pertanian Cina mengunjungi Pakistan minggu ini untuk membantu mengendalikan wabah belalang ketika wabah bergerak ke arah timur, menurut sebuah laporan yang diposting di situs web konsulat jenderal China di Karachi.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) biaya memerangi belalang padang pasir di Afrika Timur naik dua kali lipat menjadi USD128 juta (sekira Rp1,8 triliun).

oknws.

LEAVE A REPLY