Pemerintah Persilakan Habib Rizieq Pulang ke Indonesia

0
590

Jakarta, Nawacita – Pihak pemerintah mempersilakan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab jika memang ingin pulang ke Indonesia, dan pemerintah pun tidak akan pernah menghalang-halangi hal tersebut.

Demikian ditegaskan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi III DPR RI yang diselenggarakan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Penegasan tersebut disampaikan Yasonna, pasca adanya pertanyaan dari Anggota Komisi III DPRI, Muhammad Syafi’i yang mempertanyakan kesulitan Habib Rizeq yang hingga kini tak kunjung pulang ke Tanah Air.

“Apa yang harus dilakukan pemerintah Indonesia agar Habib Rizieq bisa kembali pulang ke negara Republik Indonesia? Sebab dia adalah salah satu warga negara Indonesia juga kan,” tanya Syafi’i. dalam rapat tersebut.

Yasonna lantas menjawab, bahwa selama ini pemerintah tidak pernah melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Mengenai edaran informasi di media sosial yang menyebut Habib Rizieq dicekal, Yasonna mengatakan hal itu adalah hoaks.

“Kalau dia mau pulang, ya pulang saja. Dia enggak ada di daftar pencekalan kita. Kalau mau masuk, ya masuk. Di imigrasi juga tidak ada data penangkalan sama sekali. Sudah berkali-kali imigrasi menyampaikan pernyataan itu,” katanya.

Yasonna menambahkan, bila disebut-sebut ada pencekalan dari pemerintah Arab Saudi atas desakan pemerintah Republik Indonesia, pihak Kemenkum HAM pun katanya belum pernah melihat bukti surat-surat yang menyatakan demikian.

“Intinya, kalau beliau (Habib Rizieq) mau masuk (kembali ke Indonesia), ya masuk saja. Enggak ada (penangkalan). Paling tidak dari sisi keimigrasian yang saya tahu sampai saat ini tidak ada. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan,” pungkas dia.

Sebelumnya, sudah dua tahun lebih Habib Rizieq tinggal di Arab Saudi. Ada beragam penjelasan kenapa dia tak kunjung pulang, sejak pergi ke Arab Saudi pada tanggal 26 April 2017 lalu. Saat itu, mulanya Rizieq pergi ke Arab Saudi untuk ibadah umrah.

Pada saat yang sama, rencananya pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait kasus ‘balada cinta rizieq’. Namun pada Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Kabar lain, Rizieq disebut tak bisa pulang karena terkait masalah izin tinggal (overstay) di Arab Saudi.

RSA

LEAVE A REPLY