Deretan Politikus Regenerasi yang Berpeluang Bersinar di 2024

0
272
Puan Maharani, Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Puan Maharani, Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

JAKARTA, Nawacita – Ada salah satu pernyataan menarik diucapkan Megawati Soekarnoputri saat pengumuman calon kepala daerah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu 19 Februari 2020. Menurut Megawati, perubahan politik akan terjadi pada 2024. Generasi tua akan “menepi” digantikan oleh anak-anak muda. Dia menyebut 2024 sebagai regenerasi politik.

Pernyataan putri Bung Karno itu bukan tanpa dasar. Dilihat dari aspek usia, politikus senior seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini berpengaruh dalam perpolitikan Tanah Air tentu sudah tidak “seluwes” saat ini pada 2024 nanti.

Begitu juga dengan Joko Widodo yang masa jabatan periode keduanya berakhir pada 2024 nanti. Meskipun Mega, SBY, dan Prabowo tetap bisa menjadi ‘king maker’, namun pertarungan kursi calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) diprediksi didominasi kaum muda.

Oleh karena itu, tidak heran jika para elite politik saat ini sudah mempersiapkan kader mudanya untuk 2024. Sebut saja PDIP yang sudah menempatkan Puan Maharani sebagai Ketua DPR. Begitu juga dengan Partai Demokrat yang rajin memperkenalkan putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca Juga: Sindiran Anak Jadi Pemimpin, Demokrat: Megawati Sedang Menegur Dirinya

Ada juga beberapa sosok yang diprediksi akan bersinar di 2024, sebut saja Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia disebut-sebut begitu juga dengan Sandiaga Uno, mantan cawapres Prabowo pada Pilpres 2019. Tidak hanya dari lingkaran politik, sejumlah kalangan profesional juga berpotensi populer sebagai politikus di 2024, sebut saja Erick Thohir yang saat ini menjabat Menteri BUMN. Lalu ada Nadiem Makarim yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut ini nama-nama yang dipercaya berpeluang bersinar dalam dunia politik Tanah Air :

1. Sandiaga Uno

Nama Sandiaga Uno dalam dunia politik terus menanjak sejak berhasil menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019. Sebagai pengusaha, Sandi juga memiliki jaringan luas. Bahkan Presiden Jokowi pernah memprediksi politikus Gerindra ini akan menjadi capres pada 2024.

2. Puan Maharani

Di usianya yang ke-46 tahun, Puan Maharani memiliki karier politik yang kinclong. Di periode pertama Jokowi, putri Megawati Soekarnoputri duduk sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sesuai diprediksi banyak pengamat, pada kepemimpinan Jokowi periode kedua, PDIP memplotnya sebagai Ketua DPR. Puan adalah perempuan pertama di Indonesia yang menduduki jabatan tersebut.

3. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Sebagai putra presiden dua periode, tidak sulit bagi Agus Harimurti Yudhoyono untuk memperkenalkan dirinya. Kegagalannya menjadi calon gubernur DKI Jakarta tidak membuatnya kapok berpolitik. Mantan tentara ini justru terlihat semakin bersemangat untuk mendekati masyarakat, baik dengan kader Partai Demokrat maupun masyarakat umum.

Kariernya sebagai politikus terus menanjak. Bahkan saat ini dirinya menjabat Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Bukan tidak mungkin kursi ketua umum yang kini diduduki ayahnya akan berpindah kepadanya. Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Syarif Hasan pada Rabu (20/2/2020) tidak menampik AHY akan diproyeksikan menjadi capres 2024.

4. Erick Thohir

Sebelum terjun ke politik pada Pilpres 2019, Erick Thohir dikenal sebagai pengusaha sukses. Namanya juga dikenal di luar negeri yang beberapa kali menjadi pemilik klub sepak bola dunia. Tidak hanya piawai di dunia bisnis, Erick juga membawa kesuksesan bagi Jokowi-Ma’ruf di Pemilu. Sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick berhasil menjadi motor kekuatan politik pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Namanya semakin menarik perhatian publik setelah menjabat Menteri BUMN. Dia membuat gebrakan dengan melakukan “bersih-bersih” direksi BUMN. Dalam survei 100 hari kinerja Kabinet versi Indonesia Political Opinion, Erick Thohir mendapatkan skor besar sebagai menteri yang paling disukai.

5. Gibran Rakabuming

Setelah sebelumnya dikenal sebagai pengusaha, nama Gibran Rakabuming sejak beberapa bulan belakangan ini menjadi pembicaraan di dunia politik Tanah Air. Selain sosoknya sebagai putra Presiden, Gibran bukan tidak mungkin akan mengikuti jejak politik sang ayah. Saat ini dia dinilai sebagai calon terkuat wali kota Solo.

Sejumlah partai politik sudah menyatakan mendukungnya, termasuk Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo Subianto. Ada yang berpendapat jika Gibran berhasil meraih kursi wali kota Solo dan kinerjanya baik, bukan tidak mungkin akan digadang melaju di Pilpres 2024.

Baca Juga: Sandiaga Potensial di Pilpres 2024, Erick Peluang Jadi Pesaing

6. Anies Baswedan

Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Anies Baswedan memiliki kans paling besar maju di Pilpres 2024. Posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta dinilai menjadi jembatan untuk melangkah menjadi presiden. Nama Anies selalu masuk dalam survei tentang capres. Oleh karena itu, tidak heran jika kinerja Anies selalu menjadi sorotan publik, khususnya para netizen yang pada Pilgub DKI Jakarta lalu menjadi pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

7. Ridwan Kamil

Keberhasilannya memimpin Kota Bandung selama dua periode telah membawanya ke kursi Gubernur Jawa Barat.Sosok kreatif yang aktif di media sosial ini juga kerap masuk dalam hasil survei capres 2024, salah satunya survei yang dilakukan lembaga survei Denny JA pada 2019 lalu. Kendati demikian, sosok ini selalu enggan untuk memberikan komentar mengenai peluangnya di Pilpres 2024.

8. Ganjar Pranowo

Sama seperti Anies Baswedan dan Ridwan Kamil, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk dalam dalam hasil survei sejumlah lembaga terkait sosok berpotensial menjadi capres 2024. Bahkan penilaian kader PDIP ini layak maju menjadi capres 2024 sudah muncul. Salah satunya pernah disampaikan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Alasannya adalah faktor usia, pengalaman dan kematangan.

sdnws.

LEAVE A REPLY