Mengenal Crossfit, Olahraga yang Digemari Mendiang Ashraf Sinclair

0
316
Mengenal Crossfit, Olahraga yang Digemari Mendiang Ashraf Sinclair.
Mengenal Crossfit, Olahraga yang Digemari Mendiang Ashraf Sinclair.

JAKARTA, Nawacita Ashraf Sinclair yang meninggal dunia secara mendadak karena serangan jantung, Selasa (18/2/2020), membuat publik terkejut. Terlebih selama ini Ashraf Sinclair dikenal sebagai sosok artis yang doyan berolahraga. Bahkan suami Bunga Citra Lestari (BCL) itu sudah menekuni olahraga crossfit sejak tahun 2012 lalu. Crossfit sendiri merupakan salah satu olahraga yang mulai berkembang di Indonesia.

Diciptakan oleh Greg Glassman, gerakan olahraga ini diambil dari aktivitas sehari-hari, seperti mendorong, lempar, tarik, lompat, dengan intensitas yang tinggi. Latihan ini terkenal dengan polanya yang keras dan ketat, contohnya dalam satu sesi latihan bisa meliputi 100 push-ups, 100 pull-ups, 100 sit-ups dan 100 squats.

Oka Tri Pambudi, sahabat sekaligus pelatih crossfit Ashraf menjelaskan bila sang aktor cukup rutin melakukan olahraga ini. Bahkan sehari sebelum meninggal dunia, malamnya Ashraf masih latihan crossfit di pusat kebugaran yang tak jauh dari rumahnya. Proses latihan dilakukan selama 1 jam, mulai dari setengah 8 hingga setengah 9 malam.

Baca Juga: Kabar Duka Ashraf Sinclair Meninggal, Yukk Kenali 8 Gejala Serangan Jantung

Saat latihan, Oka menyebut tak ada tanda-tanda yang menunjukkan bila ayah satu anak itu mengidap penyakit apapun. Membutuhkan latihan yang lebih intens, coach crossfit itu mengaku bila kondisi tubuh juga menjadi poin penting yang selalu diperhatikan. Beban latihannya pun akan disesuaikan dengan level dan kondisi tubuh orang yang melakukannya.

Baca Juga: Berikut Ini Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung

“Ciri khas latihan ini adalah selalu berbeda workout-nya. Intensitasnya juga berbeda. Tapi semuanya tetap disesuaikan dengan kemampuan,” jelas Oka saat ditemui wartawan di kawasan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa (18/2/2020). Selain itu, sebelum memulai latihan, coach biasanya akan melakukan inspeksi terlebih dahulu apakah yang akan melakukan crossfit pernah cedera atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Dari situ, pelatih bisa menyesuaikan intensitas dan beban latihan yang akan diberikan agar tetap aman untuk dilakukan. Dalam waktu satu jam latihan, tidak semuanya akan diisi dengan sesi latihan yang berat. “30 sampai 40 menit itu konsepnya kaya belajar untuk teknik baru, saya perbaiki movement-nya. Habis itu baru masuk ke workout ya 10-15 menit saja,” ujar Oka.

Menurut Oka, Ashraf yang sudah menjalani crossfit selama 8 tahun paham betul bobot latihan yang harus dilakukan dan tak pernah memforsir untuk melakukan latihan yang berat. “Beliau adalah orang yang cukup aware dengan kondisi badannya. Kalau ada kondisi tertentu dia pasti bilang,” pungkasnya.

grdnws.

LEAVE A REPLY