Anak Kiai di Jombang Gagal Ditangkap Lantaran Kerahkan Massa

0
283
Anak Kiai di Jombang Gagal Ditangkap Lantaran Kerahkan Massa.
Anak Kiai di Jombang Gagal Ditangkap Lantaran Kerahkan Massa.

SURABAYA, Nawacita – Polda Jatim melakukan upaya penangkapan terhadap MSA, tersangka dugaan pencabulan yang sekaligus anak kiai ternama di Kabupaten Jombang, pada Sabtu (15/2/2020). Penangkapan dilakukan karena tersangka dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan. Sayangnya, upaya itu gagal setelah ada perlawanan dari massa yang diduga kelompoknya MSA.

Awalnya, MSA berhasil ditangkap di wilayah Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Namun, tiba-tiba datang massa yang jumlahnya jauh lebih banyak dari petugas yang melakukan penangkapan.

“Jumlah personel kami hanya 10 orang. Dan massa yang akan melakukan perlawanan lebih banyak. Mereka (massa) mengambil kembali tersangka yang kami tangkap,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Senin (17/2/2020).
Baca Juga: Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Biru-Biru

Sebelum Polda Jatim turun tangan, kasus tersebut lebih dulu ditangani Polres Jombang. MSA pun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum pernah diperiksa.

Pasalnya, beberapa kali panggilan yang dilayangkan oleh penyidik selalu tak dipenuhi. Polisi pun berencana menjemput paksa tersangka. “Kami dari penyidik berjalan sesuai prosedur. Tindakan yang kita lakukan adalah penegakan hukum. Kita akan evaluasi,” terang Truno.
Baca Juga: Hadiri Pesta Hajatan, Anggota Polisi Tewas Dikeroyok Massa

MSA merupakan warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. MSA yang disebut-sebut sebagai pengurus ponpes, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan anak di bawah umur pada 29 Oktober 2019.

Polisi menetapkan status tersangka pada MSA berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor B/175/XI/RES.124/2019/Satreskrim Polres Jombang tertanggal 12 November 2019.

Dalam SPDP tersebut, MSA dijerat pasal 285 atau pasal 294 ayat 1 dan 2 ke 2e KUHP.  Informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan itu terjadi saat korban melamar menjadi karyawan klinik rumah sehat ponpes. Praktik asusila berlangsung saat proses interview (calon karyawan) dimana terlapor MSA pimpinannya. MSA telah ditetapkan sebagai tersangka.

sdnws.

LEAVE A REPLY