Mulai Besok Tidak Ada Lagi PKL Kupang Indah Diatas Saluran Air

0
141
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Surabaya, Nawacita – Komisi B DPRD Surabaya pernah meminta penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) Kupang Indah Surabaya ditunda 2 hari, pada Rabu (5/2) kemarin. Sebab hal ini dilakukan agar pihak pedagang merasa lebih nyaman.

Anas Karno wakil ketua komisi B mengatakan bahwa ada 6 PKL yang harus ditertibkan. Pasalnya para pedagang itu berada di atas saluran air, yang renacananya akan diperbaiki Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Ada 6 PKL di atas saluran air. Tapi rencananya mereka membongkar sendiri,” ujarnya.

Namun laki-laki yang akrab disapa Anas ini mengatakan 6 PKL itu akan digabungkan bersama 40 PKL lainnya yang tidak jauh dari tempat lokasi awalnya berdagang. Ia juga mengusulkan agar para pedagang yang terkumpul dalam satu titik ini sementara tidak digusur.

“Khusunya 6 Pkl di depan bank BNI digabungkan dalam satu titik. Saya usul satu titik PKL itu tidak ditertibkan dulu,” terangnya.

Lanjutnya, Politisi PDIP ini juga mengatakan bahwa sudah ada usulan pembuatan sentra PKL di daerah Kupang Indah. Namun masih dalam proses.

“Sambil menunggu lokasi yang diajukan pak Camat, tempatnya di daerah itu juga. Kalau sudah ada sentra baru itu (semua PKL, red) ditertibkan, lanjutnya.

Senada dengan La Koli Camat Kecamatan Sukomanunggal ini mengatakan sudah ada usulan mengenai pembuatan sentra PKL sejak satu tahun lalu. Namun usulan itu masih susah dicapai akibat minimnya lahan milik Pemkot yang tersedia di kecamatan tersebut.

“Sudah kita usulkan sejak tahun lalu. Ada empat tempat yang diusulkan. Simo Mulyo 1, Tanjungsari, Darmo Permai dan Kupang Indah. Masih proses semuanya,” terangnya.

Terkait tenggang waktu tenggang waktu yang diberikan kepada 6 PKL, rencananya Jumat (7/2), merupakan hari terakhir untuk pindah tempat. Karena sudah ada kesepakatan bersama mengenai ini.

“Diberi waktu 2 hari sesuai kesepakatan dengan DPRD. Sudah sepakat yang di atas saluran akan dibongkar sendiri oleh PKL,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY