Gerindra Minta Maaf Soal Penggerebekan PSK di Padang

0
168
Gerindra Minta Maaf Soal Penggerebekan PSK di Padang.
Gerindra Minta Maaf Soal Penggerebekan PSK di Padang.

Jakarta, Nawacita – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melayangkan permintaan maafnya kepada masyarakat, terkait peristiwa penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) pada salah satu hotel di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa penggerebekan itu melibatkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumbar, Andre Rosiade. Banyak pihak lantas menyalahkan aksi Andre tersebut, lantaran dianggap tidak memiliki wewenang, dan dinilai hanya mencari sensasi belaka.

“DPP Partai Gerindra juga menyampaikan prihatin, meminta maaf kepada masyarakat apabila kemudian membuat situasi menjadi tidak kondusif,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

DPP Gerindra, lanjut Dasco, sudah mengirim tim khusus ke Padang, tempat penggerebekan dilakukan. Tim khusus tersebut menemukan fakta bahwa Andre sebenarnya tidak berada di dalam kamar hotel pada saat penggerebekan dilaksanakan bersama kepolisian setempat.

“Awal yang pertama ditemukan memang Andre Rosiade tidak berada di dalam kamar pada saat kejadian,” ujar Dasco.

Meski demikian, temuan itu bukan berarti menjauhkan Andre dari peristiwa penggerebekan yang disebut-sebut direkayasa itu. Sebab, tim menemukan bahwa kuitansi kamar hotel tertulis nama Andre Rosiade.

Atas temuan ini pun, DPP Gerindra akan segera meminta keterangan dan penjelasan secara langsung dari Andre. Rencananya, pekan depan, Andre akan dipanggil ke DPP Gerindra.

“Itu sudah masuk dalam ranah klarifikasi, kami akan tanyakan kepada yang bersangkutan,” tutur Dasco.

Tindakan penggerebekan oleh Andre itu pun lantas dikait-kaitkan dengan rencana pencalonan dirinya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020. Menanggapi hal itu, Dasco mengungkapkan bahwa Gerindra tak mencalonkan Andre Rosiade disana.

“Untuk keseimbangan di masyarakat, perlu diketahui bahwa DPP Partai Gerindra mempertimbangkan untuk tidak mencalonkan Andre Rosiade sebagai gubernur Sumbar,” ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumbar berhasil menggerebek praktik prostitusi online di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Minggu (26/1/2020) lalu.

Dalam penggerebekan, polisi berhasil mengamankan AS (24) yang diduga sebagai muncikari dan seorang wanita berinisial N (27) sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Selain itu, kepolisian juga mengamanakan beberapa barang bukti berupa uang sebesar Rp 750.000, ponsel milik pelaku dan satu buah alat kontrasepsi yang belum dipakai.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes (Pol) Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, peristiwa penggerebekan itu setelah pihaknya mendapat laporan dari anggota DPR RI Andre Rosiade terkait adanya praktik prostitusi online di salah satu hotel berbintang di Padang.

Setelah mendapatkan laporan itu, Polda Sumbar menurunkan tim siber Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) yang dikomandoi Panit II Unit V Ditreskrimsus AKP Indra Sonedi.

“Kemudian polisi melakukan penggerebekan di hotel tersebut dengan mengamankan pria yang diduga mucikari AS (24) dan wanita N (27) sebagai pekerja seks komersial nya,” kata Stefanus.

RSA

LEAVE A REPLY