DPR Minta Pemerintah Dampingi PRT yang Tertular Corona

0
223

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mengaku prihatin dengan berita adanya pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Singapura, yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus Corona. Dia pun meminta kepada pemerintah RI untuk mendampinginya.

Mufida menilai, kasus pertama yang menimpa warga negara Indonesia (WNI) ini seharusnya mendorong pemerintah untuk mengambil langkah ekstra dalam melindungi WNI di luar negeri, terutama para pekerja migran di negara-negara terdampak virus Corona.

Menurutnya Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BNP2PMI harus segera bekerjasama dengan KBRI dan stakeholder lain untuk pro aktif melakukan edukasi, sosialisasi, dan himbauan secara intensif dan masif kepada pekerja migran di negara-negara yang berpotensi besar terdampak virus Corona.

“Para WNI, terkhusus PMI, perlu mendapat edukasi yang cukup tentang hal-hal yg harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mengantisipasi diri agar tidak terkena virus corona,” kata Mufida dalam siaran persnya yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dia juga berpendapat pemerintah perlu membuka hotline khusus terkait wabah corona ini bagi pekerja migran di luar negeri. Kemenkes, lanjut Mufida, wajib melakukan koordinasi dengan kementerian dan stakeholder lain terkait perlindungan WNI dalam dan luar negeri dalam antispasi penularan virus Corona.

“Apalagi WHO telah menetapkan penyebaran virus corona ini sebagai darurat global. Maka perlu ekstra serius meresponsnya,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Data terakhir di seluruh dunia, lebih dari 25 negara terdapat kasus infeksi virus corona. Sebanyak 20.600 orang di seluruh dunia dilaporkan tertular. 427 di antaranya meninggal dunia dengan 2 orang di antaranya berada di luar Tiongkok.

“Indonesia harus waspada, karena kasus penularan virus corona juga sudah terjadi di negara-negara tetangga terdekat yang pintu keluar masuknya ke Indonesia sangat mudah. Di antaranya, 20 kasus di Singapura yang salah satunya pekerja migran kita itu,” tutur Mufida.

Terkait kasus yang menimpa PMI di Singapura, Mufida juga meminta agar PMI tersebut mendapatkan haknya sebagai WNI.

“Kemenkes, Kemenaker, BNP2PMI bekerjasama dengan KBRI Singapura dan stakeholder lain harus terus memantau dan mendampingi WNI tersebut selama menjalani pengobatan di Singapura,” pungkasnya.

RSA

LEAVE A REPLY