Terawan Tak Mau WNI yang Pulang Dari Wuhan Dikucilkan Lingkungan

0
199
Menkes-Terawan-Dery-Ridwansah

Jakarta, Nawacita – Setelah memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, pemerintah masih dihadapkan dengan pekerjaan panjang. Selain harus mengkarantina mereka, pemerintah juga berusaha memastikan para WNI ini kembali ke keluarganya dengan selamat dan diterima baik oleh lingkungannya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah tak ingin para WNI yang baru kembali dari Tiongkok dikucilkan oleh lingkungan karena ditakutkan membawa virus korona. Oleh karena itu, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi kepada warga di daerah asal para WNI.

“Mulai disosialisasikan ke wilayah masing-masing. Tempat anak-anaknya di mana. Jangan sampai anak-anak pulang ke kampungnya nanti dilihat jadi barang aneh, tidak boleh gitu,” kata Terawan di Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (4/2).

Sementara itu, bagi WNI yang pulang ke Indonesia tidak bersamaan evakuasi pemerintah, apabila mengalami pengucilan diharapkan segera melapor ke Kemenkes. Dengan begitu, pemerintah bisa memberikan bantuan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau enggak melapor ya lalu gimana? Ya saya kan nggak bisa tahu 200 juta lebih (WNI) mau masuk keluar (negeri). Makanya harus melapor sehingga kita akan bantu,” jelasnya.

Terawan memastikan 238 WNI yang saat ini dikarantina di Natuna, Kepulauan Riau dalam keadaan sehat. Tidak ada yang terjangkit virus korona. Hanya saja proses isolasi harus tetap dilakukan selama 14 hari sesuai standar WHO.

Sebelumnya, sebanyak 238 WNI telah kembali menggunakan pesawat Batik Air dan telah mendarat di Bandar Udara Hang Nadim Batam. Di mana, saat ini sedang dalam proses perpindahan pesawat ke pesawat milik TNI Angkatan Udara yang akan segera bertolak ke Natuna, Kepulauan Riau guna melakukan observasi kesehatan lebih lanjut.

Di waktu yang bersamaan, Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah pun mengatakan bahwa hanya 238 WNI ditambah dengan 5 orang dari tim AJU KBRI yang tiba. Padahal kabar yang beredar sebanyak 241 atau 245 orang. Jumlah totalnya ternyata adalah 243 orang bersama tim AJU. “WNI ada 238 plus 5 tim AJU KBRI, (jadi 243),” kata Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Minggu (2/2).

jp

LEAVE A REPLY