Pengamat Politik UINSA, Sarankan Golkar Segera Bentuk Koalisi

0
243

Surabaya, Nawacita– Pendaftaran calon Walikota Surabaya tinggal lima bulan lagi. Beberapa partai politik juga sudah membentuk koalisi dan mendukung salah satu calon. Seperi PAN dan PKB yang mengusung Machfud Arifin. Serta bersama Gerindra, Demokrat dan PPP yang juga ikut dalam deklarasi di Machfud Arifin pada Minggu (26/1) lalu. Namun beberapa partai juga masih belum menentukan koalisinya. Seperti Golkar, PKS, PSI, Nasdem dan PDIP.

Andri Arianto pengamat politik UIN Sunan Ampel (UINSA) menganjurkan agar partai seperti Golkar dan PKS segera menentukan koalisinya. Sebab kedua partai tersebut juga memiliki 5 kursi di DPRD Surabaya. Sehingga cukup berpengaruh untuk menentukan koalisinya.

“Kalau berbicara koalisi, kan ada calon yang diusung nanti. Jadi kalau negosiasi dan sebangsanya (Golkar dan PKS, red) bisa lebih berpengaruh,” ujarnya saat ditemui di Kampung Ilmu Surabaya.

Laki-laki yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UINSA ini juga berujar, bila Golkar ingin membentuk poros baru juga sangat memungkinkan. Sebab masih ada PKS yang memiliki 5 kursi di DPRD Surabaya. Sehingga Golkar bisa berkoalisi dengan PKS. Namun menurutnya kedua partai tersebut akan kebingungan dalam penentuan calon walikota (Cawali) maupun calon wakil walikota (Cawawali).

“Golkar dan PKS kebingungan sebab kedua partai itu punya 5 kursi. Jadi bingung mau jadi L1 (Cawali) yang mana,” terangnya.

Lanjutnya, Ia juga mengatakan ada kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PDIP. Namun akan terjadi ketimpangan bila berkolisi dengan PDIP. Sebab menimbang 15 kursi di DPRD, tanpa koalisipun partai berlambang banteng tersebut bisa mengusung calonnya sendiri. Sedangkan partai berlambang pohon beringin itu hanya memiliki 5 kursi saja. Sehingga dinilai akan timpang bila berkoalisi.

“Golkar bisa koalisi dengan PDIP. Tapi itu timpang, karena PDIP punya 15 kursi. Sedangkan Golkar 5 kursi. Golkar harus memikirkan keharmonisan koalisi dengan pertimbangan 15 kursi PDIP dibanding 5 kursi yang dimiliki Golkar,” lanjutnya.

Laki-laki yang akrab disapa Andri ini, mengatakan masih memungkinkan bila Golkar berkoalisi dengan 5 partai yang sudah mulai merapat ke Machfud Arifin. Sebab Golkar memiliki kursi yang cukup, untuk keharmonisan koalisi.

“Nah ini (koalisi) kan sudah berlabuh, sudah siap berlayar. Tinggal menunggu saja ada yang naik lagi ke kapal atau engga,” imbuhnya.

Andri juga mengingatkan tenggat waktu pendaftaran calon yang tinggal sebentar lagi. Sehingga Ia menyarakan Golkar untuk segera menentukan sikap dan mempertimbangkan pilihan yang akan diambil.

“Tinggal 150 hari lagi, perhitungkan waktu yang semakin dekat,” pungkasnya.

(and)

LEAVE A REPLY