Kasus RJ Lino, KPK Belum Terima Laporan Hasil Pemeriksaan dari BPK

0
201

Jakarta, Nawacita – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum menerima hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkaik kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit quay container crane (QCC) tahun 2010. Padahal sebelumnya, KPK menyatakan telah menerima hasil audit kerugian negara dari kasus yang hampir lima tahun mangkrak itu.

“Secara resmi KPK memang belum menerima LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK perkara Pelindo II dengan tersangka RJL (RJ Lino),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Sabtu (25/1).

Kendati demikian, lanjut Ali, KPK telah membahas audit kerugian negara kasus pengadaan crane dengan BPK. Pembahasan itu untuk mencocokkan antara temuan KPK dan BPK.

“Namun sebelumnya telah ada paparan awal oleh tim auditor BPK bersama dengan KPK untuk mencocokkan data yang telah dimiliki oleh KPK sebelumnya. Langkah tersebut sebagai bagian menyempurnakan LHP BPK,” jelas Ali.

Sebelumnya, pada Kamis (23/1) mantan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino telah menjalani pemeriksaan. Lino masih bisa menghirup udara bebas meski hampir lima tahun kasus yang menjeratnya mangkrak.

Saya cuma bilang satu hal ya, saya waktu masuk Pelindo II asetnya Rp 6,5 triliun. Waktu saya berhenti asetnya Rp 45 triliun. 6,5 tahun,” ucap Lino kepada wartawan, usai pemeriksaan.

Kendati demikian, lanjut Lino, dirinya tidak akan mengajukan upaya praperadilan terkait kasus yang menjeratnya. Dia akan menjalani proses hukum di KPK.

Untuk diketahui, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka sejak Desember 2015. Dalam kasus ini, dia diduga menyalahgunakan wewenangnya dengan menunjuk langsung HDHM dari Tiongkok terkait pengadaan tiga unit QCC di Pontianak, Palembang, dan Lampung. Proyek pengadaan QCC ini bernilai lebih dari Rp 100 miliar.

JP

 

LEAVE A REPLY