16 Januari Sejarah Dunia: Dimulainya Imperium Romawi Hingga Lahirnya Ibu Kasur

0
179
Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur.
Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur.

JAKARTA, Nawacita – Berbagai peristiwa bersejarah serta penting terjadi pada 16 Januari. Di antaranya adalah hari lahirnya Ibu Kasur hingga meninggalnya pelawak Iskak. Berikut ini kami paparkan sejumlah peristiwa lainnya pada 16 Januari, seperti dikutip dari Wikipedia.org, Kamis (16/1/2020):

27 SM – Dimulainya Imperium Romawi

Senat Romawi memberikan gelar Augustus kepada Gaius Octavius Cesar. Hal ini menandai dimulainya Imperium Romawi. Kekaisaran Romawi (Imperium Romawi) adalah periode setelah Republik dari peradaban Romawi Kuno, dicirikan dengan pemerintahan yang dipimpin oleh kaisar, dan kepemilikan wilayah kekuasaan yang luas di sekitar Laut Tengah di Eropa, Afrika, dan Asia. Republik berusia 500 tahun yang mendahuluinya telah melemah dan tidak stabil akibat serangkaian perang saudara dan konflik politik ketika Julius Caesar dinobatkan sebagai diktator seumur hidup dan dibunuh pada 44 SM.

Perang saudara dan pengeksekusian terus berlangsung yang berpuncak pada kemenangan Oktavianus, putra angkat Caesar, atas Mark Antony dan Cleopatra dalam Pertempuran Actium, serta ditaklukkannya Mesir. Setelah peristiwa-peristiwa itu, kekuasaan Oktavianus menjadi tidak tergoyahkan dan pada 27 SM. Senat Romawi secara resmi memberinya kekuasaan penuh dan gelar baru Augustus yang secara efektif menandai berakhirnya Republik Romawi.

Baca Juga: 15 Januari Sejarah Dunia: Elizabeth I Jadi Ratu Inggris Hingga Insiden Malari

750 – Akhir Revolusi Abbasiyah

Pasukan Abdallah ibn Ali dan Abu Awn Abd al Malik ibn Yazid mengalahkan pasukan Marwan II dalam Pertempuran Zab. Hal ini sekaligus mengakhiri Revolusi Abbasiyah.Perang Zab terjadi di tepi Sungai Zab di kawasan Irak pada 25 Januari 750. Pertempuran ini mengakhiri kekhalifahan Umayyah dan menandai kebangkitan kekhalifahan Abbasiyah yang bertahan sampai abad 13.

Pasukan dari Khalifah Marwan II (Dinasti Umayyah) bertempur dengan pasukan dari Persia, Syiah, dan Abbasiyah di sekitar Sungai Zab. Di atas kertas kekuatan pasukan Marwan II ada di atas lawannya karena sangat berpengalaman dalam pertempuran melawan Kerajaan Bizantium. Kenyataannya, moral pasukan ini sangat lemah. Di lain pihak, moral dari pasukan lawan meningkat seiring kemenangan dari satu pemberontakan ke pemberontakan yang lain terhadap khalifah.

Pertempuran dimenangkan para pemberontak. Khalifah Marwan melarikan diri ke arah Mesir dan akhirnya terbunuh beberapa bulan kemudian di Abusir, kota kecil di pinggir Sungai Nil. Setelah kematiannya, Assaffah menggantikannya sebagai khalifah. Kekuasaan Dinasti Umayyah berakhir di Timur Tengah. Tetapi, kekuasaan Dinasti Umayyah masih berlanjut dari sampai tahun 1031 di Kordoba, Spanyol; sebagai Kekhalifahan Kordoba.

929 – Kekhalifahan Kórdoba

Emir Abdurrahman III mendirikan Kekhalifahan Kórdoba. Ini merupakan kekhalifahan yang memerintah di Semenanjung Iberia (Al Andalus) dan Afrika Utara pada tahun 929 hingga 1031, dan berpusat di Kordoba (sekarang Spanyol). Pemerintahan Kordoba sebelumnya berbentuk keamiran (emirat). Perubahannya menjadi sebuah kekhalifahan terjadi pada 16 Januari 929 ketika Amir Kordoba Abdurrahman III mengangkat dirinya sebagai khalifah.

Penggunaan gelar khalifah bermula dari berita yang sampai kepada Abdurrahman III bahwa Al Muqtadir, Khalifah Abbasiyah di Baghdad, meninggal dibunuh pengawalnya sendiri. Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada dalam kemelut.

Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Karena itulah, gelar tersebut dipakai mulai tahun 929. Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman III (931-961), Al Hakam II (961-976), dan Hisyam II (976-1009).

Baca Juga: 30 Desember Sejarah Dunia: Berdirinya Uni Soviet Hingga Wafatnya Gus Dur

1926 – Lahirnya Ibu Kasur

Pada 16 Januari 1926 merupakan hari kelahiran Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur. Ibu Kasur merupakan seorang seniman dan tokoh pendidikan Indonesia. Ia mendapat julukan Ibu Kasur karena suaminya, Soerjono, dipanggil Pak Kasur. Ia dan sang suami bertemu karena sama-sama anggota Kepanduan Indonesia. Nama Ibu Kasur melejit saat menjadi pembawa acara Taman Indria di TVRI dan pendiri TK Mini di Jakarta.

Ketika televisi swasta muncul pada awal 1990-an, Ibu Kasur tampil dalam acara kuis Hip Hip Ceria di RCTI. Beberapa lulusan TK Mini yang terkenal adalah mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Hayono Isman, dan Ateng. TK ini didirikan pada 1965. Ibu Kasur meninggal di Rumah Sakit Cikini, Jakarta, pada 22 Oktober 2002 akibat serangan stroke. Ia dimakamkan di samping makam Pak Kasur di Desa Kaliori, Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah.

2000 – Meninggalnya Pelawak Iskak

Iskak Darmo Suwiryo merupakan seorang pelawak senior Indonesia. Dia tergabung dalam grup lawak Kwartet Jaya bersama Bing Slamet, Eddy Sud, dan Ateng. Dia pernah tampil dalam beberapa film nasional. Setelah itu, Iskak bersama Ateng aktif dalam acara Ria Jenaka di TVRI.

oknws.

LEAVE A REPLY