Warga Sambat Fasum, Arif Fathony: saya ingin Yekape Mengaudit Asetnya

0
113

Surabaya, Nawacita – Perwakilan warga RW 10 Rungkut Kidul mendatangi DPRD Surabaya, Senin (13/1). Sebab fasilitas umun (Fasum), tidak sesuai dengan gambaranan tatanan rumah yang dimiliki warga.

Suyanto Satumin Ketua RW 10 Rungkut Kidul mengatakan bahwa tanah fasum 4.678 meter persegi dari 8.278 meter persegi dikomersilkan. Padahal menurut gambaran tatanan rumah yang dimiliki warga tanah fasum meiliputi 8.278 meter persegi.

“Tahun 2011 warga unjuk rasa ke YKP (Yayasan Kas Pembangunan). Terkait hal itu,” ujarnya saat di komisi A, DPRD Surabaya Senin (13/1).

Ia juga menambahkan seharusnya tanah Fasum itu bisa diakses warga. Namun kenyataannya dilapangan hanya 3.603,50 meter persegi saja.

Namun, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Pemkot Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengungkapkan sideplan yang dimiliki Pemkot hanya ada tanah Fasum di Rungkut Kidul 3.603,50 meter persegi saja. Sisanya bukan merupakan tanah Fasum.

“YKP pada tahun 1996 menyerahkan (sideplan) 3.603,50m2 sebagai Fasum, masjid 1.589,30m2, jalur hijau 2.494 m2, jalur hijau 590,78m2,” ujarnya.

Ia juga menglaim bahwa sideplan cuma ada satu. Yaitu yang dimiliki Pemkot saja. Sedangkan yang dimiliki warga diduga hanya gambaran tatanan rumah saja saat penjualan di tahun 1990.

Tetapi silang pendapat ini bisa diselesaikan dengan menjabarkan semua tanah Fasum yang diperkarakan. Tanah Fasum seluas 8.278 diduga dibuat agar menarik minat calon pembeli rumah.

Walaupun demikian Arif Fathoni anggota komisi A berpesan pentingnya YEKAPE untuk mengaudit asetnya secara benar. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

“Saya ingin YEKAPE mengaudit asetnya,” ujarnya.

(and)

LEAVE A REPLY