Kabar Duka, Putra KH Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

0
342
Gus Hilman Wajdi, yang merupakan putera ketiga KH Hasyim Muzadi, dikabarkan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Purwodadi.
Gus Hilman Wajdi, yang merupakan putera ketiga KH Hasyim Muzadi, dikabarkan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Purwodadi.

SURABAYA, Nawacita PENGASUH Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Gus Hilman Wajdi, yang merupakan putra ketiga KH Hasyim Muzadi, dikabarkan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Tol Purwodadi. Selain kabarnya menyebar di whatsapp, informasi ini juga dibenarkan oleh Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), KH. Ali Masykur (Gus Ali).

“Saya juga dapat kabar dari orang-orang terdekatnya, betul (red. kabar itu),” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (18/12/2019). Mendengar kabar tersebut, Gus Ali turut merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya Gus Hilman Wajdi.Untuk itu yang mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Saya sebagai Ketua ISNU mengucapkan belasungkawa, semoga keluarga terdekatnya dan keluarga Pondok Pesantren Al Hikam diberi ketabahan, kesabaran, dan almarhum husnul khatimah,” ucap Gus Ali.

Baca Juga: Kabar Duka, KH Maimoen Zubair Wafat di Tanah Suci Makkah

Sementara itu perlu diketahui bahwa dalam kesehariannya, salah satu kesibukan Gus Hilman Wajdi adalah mengurus Pesantren Mahasiswa Al Hikam yang didirikan oleh ayahnya sendiri, Hasyim Muzadi. Dikutip dari laman resmi pesantren tersebut, Pesantren Mahasiswa Al Hikam resmi berdiri pada 17 Ramadhan 1413 bertepatan dengan 21 Maret 1992.

Baca Juga: Kabar Duka, Seniman Djaduk Ferianto Meninggal Dunia

Sebagai pelopor pesantren khusus mahasiswa, lembaga pendidikan Islam ini memiliki tujuan memadukan dimensi positif perguruan tinggi yang menekankan pada ilmu pengetahuan dan teknologi dengan dimensi positif pesantren yang akan menjadi tempat penempaan kepribadian dan moral yang benar.

Dengan model pendidikan ini, Pesantren Mahasiswa Al-Hikam menginginkan terwujudnya kesatupaduan antara ilmu pengetahuan dan agama secara utuh, tanpa dikotomi keilmuan. Sehingga, keyakinan agama memiliki pijakan ilmiah-rasional dan ilmu pengetahuan senantiasa dinaungi oleh nilai-nilai agama.

oknws.

LEAVE A REPLY