Batam Kian Disukai Para Pengembang Properti

0
303
Kota Batam.
Kota Batam.

JAKARTA, Nawacita – Bisnis properti di Batam yang diprediksi makin cerah kedepannya membuat para pengembang untuk bersaing membangun proyek di daerah tersebut. Sebenarnya apa faktor dan daya tarik yang membuat para pengembang mau berbisnis properti di Batam?

Manager Research & Consultancy Coldwell Banker Commercial Angra Angreni mengatakan bahwa ada banyak faktor yang membuat bisnis properti di Batam makin berkembang dan menjadi salah satu daerah yang cukup diminati para pengembang properti.

Angra mengungkapkan sebelumnya Batam hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi saat ini kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau itu telah berkembang menjadi kota wisata. Menurutnya, pengembangan ke sektor pariwisata itu tidak terlepas dari dorongan pemerintah daerah setempat yang serius menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi wisata.

Baca Juga: Pemindahan Ibu Kota, Penjualan Properti di Kaltim Meningkat

“Jika sektor industri lebih mendatangkan crowd karena lapangan kerja, sedangkan pariwisata mendatangkan turis yang mau mengeluarkan uangnya di Batam. Keduanya, tentu akan mendorong perkembangan properti di Batam,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/12/2019).

Angra mengungkapkan bahwa properti di Batam juga lebih banyak dilirik investor asing ketimbang lokal karena lokasinya yang berdekatan dengan Singapura. “Profil permintaan properti di Batam sebagian besar berasal dari luar yaitu sekitar 50 persen dari Singapura. Jadi, wajar saja kalau Batam begitu berkembang saat ini,” ucapnya.

Baca Juga: Kisah Sukses Ciputra, Bangun Bisnis Bermodal Duit Rp 10 Juta

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa sektor industri dan pariwisata di Batam yang makin berkembang tidak hanya mendorong para pengembang untuk membangun hunian. Para pengembang juga mulai agresif untuk menambah portofolio proyek-proyek properti mereka seperti membangun kawasan industri baru, apartemen, hotel, dan mal.

Meski makin banyak pengembang yang memiliki proyek di Batam, Angra menyatakan bahwa sejauh ini persaingan di antara para pelaku bisnis itu masih terbilang sehat. Pasalnya, para pengembang biasanya memiliki segmentasi pasar yang berbeda-beda.

Terkait dengan pergerakan harga properti, menurut Angra, sejauh ini belum ada kenaikan harga yang signifikan. Hal itu disebabkan kondisi pasar yang masih belum pulih dan kondisi ekonomi global yang belum stabil.

bsnws.

LEAVE A REPLY