Mahasiswa Hukum Harus Paham Realita

0
271

Denpasar, Nawacita – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Bambang Ekaputra mengingatkan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di bidang hukum agar membangun jaringan dan paham terhadap setiap realita yang berkembang.

Hal itu dikatakan Bambang pada Seminar Mahasiswa Hukum Bali yang diadakan DPC Perhami Bali bekerjasama dengan DPW APHI Bali, Minggu (29/9), di Denpasar.

Dihadapan sekitar 150 mahasiswa hukum peserta seminar dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar, pria kelahiran Bengkulu 53 tahun silam ini menyebutkan, mahasiswa hukum nantinya harus menjadi sarjana berkualitas dan rendah hati, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan demikian, kata Bambang, nantinya akan terbentuk pribadi yang berkualitas ; bermoral dan berintegritas.

Sementara itu, pembicara lain, IG.A.A.Mas Triwulan, Sekum DPW APHI Bali sebagai akademisi menjelaskan bahwa mahasiswa hukum bukanlah sebagai mahasiswa yang biasa-biasa saja, misalkan hanya menjadi mahasiswa tipe teladan, sosial, kura-kura, kunang-kunang atau mahasiswa yg hanya ngampus, nongkrong dan hobi upload di medsos belaka, akan tetapi yang semestinya adalah mahasiswa yang harus belajar tentang hukum, teori dan praktek harus sejalan dan berperab sebagai organisator.

Hal senada diungkapkan pula oleh ketua DPC PERMAHI Bali, Bung Denis. Dalam awal acara Denis mengajak mahasiswa hukum untuk bergabung berorganisasi bersama PERMAHI demi menghasilkan sarjana hukum yang berkualitas dan berintegritas kedepan.
Disela acara itu diadakan penandatanganan kesepakatan bersama (MOU) Memorandum of Understanding antara DPW APHI Bali dengan DPC PERMAHI Bali,dimana APHI Bali siap menjadi Advisor; Guiding, Fasilitator juga menampung mahasiswa PERMAHI yang berkualitas.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali Gede Pasek Suardika mengemukakan, seorang sarjana hukum sebaiknya jangan bangga dulu karena kedepannya adalah menjadi tenaga yang belum siap pakai. “Seorang sarjana hukum yang siap pakai adalah SH yg berjenjang, butuh pengalaman dan keterampilan hukum, harus punya filling, talenta, proses pengetahuan hukum pun memerlukan waktu yang panjang karena profesi hukum adalah profesi yang bisa masuk di segala lini,” paparnya.

GT

LEAVE A REPLY