Kapolri Buka Pintu Dialog soal Papua, OPM Menolak

0
337
kapolri-jenderal-tito-karnavian
kapolri-jenderal-tito-karnavian

Jakarta Nawacita – Setelah polisi mengklaim situasi di Jayapura, Papua berangsur kondusif, pemerintah Indonesia memfokuskan pada penyelesaian konflik dengan membuka dialog, termasuk dengan kelompok prokemerdekaan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, dialog dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya ditujukan untuk meredam konflik, dengan syarat tidak ada “permintaan yang berlebihan”. Namun juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menegaskan, dialog “tidak diperlukan karena yang diperjuangkan adalah kemerdekaan Papua”.

“TPNPB-OPM berjuang bukan untuk dialog, tapi demi Papua merdeka. Tidak ada dialog dengan TNI/Polri,” tegas Sebby kepada wartawan, Ayomi Amindoni, Rabu, 4 September 2019.

Sementara itu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (UN OHCHR), Michelle Bachelet menyatakan prihatin atas meningkatnya kekerasan di Papua dan Papua Barat dalam dua minggu terakhir, yang menyebabkan kematian beberapa demonstran dan personel keamanan.

Dalam keterangan tertulis, Bachelet mengatakan bahwa peningkatan kekerasan itu adalah “bagian dari tren yang telah kami amati sejak Desember 2018 dan kami telah mendiskusikan keprihatinan kami dengan pihak berwenang di Indonesia”.

“Seharusnya tidak ada tempat untuk kekerasan semacam itu di Indonesia yang demokratis dan beragam. Saya mendorong pihak berwenang untuk terlibat dalam dialog dengan rakyat Papua dan Papua Barat mengenai aspirasi dan keprihatinan mereka,” ujar Bachelet.

Dia mendorong pemerintah Indonesia untuk segera memulihkan layanan internet yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan.

vv

 

LEAVE A REPLY