Gubernur Khofifah Terima Dubes Inggris, Jalin Kerjasama Pendidikan dan Kajian Pengolahan Limbah               

0
324

Surabaya,Nawacita -Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Inggris Untuk Indonesia, Owen Jenkins di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (27/8).

Pertemuan antara Gubernur Khofifah dengan Dubes Owen itu membahas beberapa kerjasama potensial antara lain pendidikan vokasi khususnya las bawah laut, kursus bahasa inggris bagi guru dan pesantren, penjajakan investasi energi terbarukan dan LRT serta kajian pengolahan limbah.Beberapa item sudah diikuti penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan vokasi, kursus bahasa Inggris serta kajian pengolahan limbah BahanBerbahayadan Beracun (B3).

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, Khofifah, sapaan lekat Gubernur Jatim itu berharap dapat mendorong serta di berbagai bidang terutama di bidang pendidikan dan investasi.Menurut Gubernur Khofifah, kerjasama pendidikan baik formal, informal dan non formal  tersebut salah satunya dalam bentuk short

short course. Bahkan, sebutannya, kerjasama semacam ini pernah dilakukan antara British Council dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ulama (PBNU) yang diantaranyadiikutiparapengasuhpesantrenusiamuda yang sering dipanggil ‘Gus’di Jatim.

“Kami berharap kerjasama pendidikanvokasiantara ITS dengan The Welding Institutakanmemberikantambahanketerampilanbagianakmuda di Jatimbaiklulusan SMK maupun perguruan tinggi sehingga mereka memiliki skill dan kualifikasi seperti yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Sementaraitu di bidanginvestasidanperdagangan, Khofifah Mengundang Para investor Inggris Untuk Bisa Berinvestasi di Jatim. Apalagi 29,4 persen PDRB Jatim bertumpu dari sektor industri sehingga Jatim sudah masuk kategori provinsi industri.

“Kami punya banyak kawasan industri diantaranya Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan industri terintegrasi. Selain Itu kami juga sudah memiliki Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) serta Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Untuk Itu kami mengundang para investor untuk berinvestasi di Jatim,” jelasnya.               Lebih Lanjut orang nomor satu di Jatim Ini Menjelaskan Bahwa Inggris menyiapkan Rp. 50 Triliun Untuk Investasi di Indonesia.

SebagiandariinvestasitersebutuntukproyektambahanLight Rail Transit (LRT) di Jakarta, Jawa Barat dan dirinya berharap juga Jawa Timur. Pembangunan LRT di Jatim ini sebagai bagian Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

Selain Itu, Dubes Inggris juga menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi solar panel dan pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik.

“Ini Menjadi Salah Satu Solusi Dari Masalah Sampah Plastik di Jatim. Mereka Juga Akan Menyiapkan Energi Terbarukan di Jatim Melalui solar panel. Lebih Lanjut kami akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan staf dari Kedubes serta Deputi Infrastruktur Kemenko Perekonomian,” jelasnya.

Dalam pertemuan yang penuh kehangatan tersebut Khofifah Sempat Mengatakan Bahwa Dirinya Adalah fans klub sepakbola asal Inggris yakni Manchester United (MU). Sedangkan Dubes Inggris mengaku sebagai fans klub sepakbola Arsenal.

“Kalau Surabaya sister city dengan Liverpool, kemudian Bapak Dubes fans Arsenal, maka saya adalah fans MU. Disini Banyak fans dari MU, tapi kami membangunsportivitas,” jelasnya.

Sementara itu Dubes Inggris untuk Indonesia, Owen Jenkins melihatpotensikerjasamaantaraJatimdanInggrismelaluipenandatangananMoUtadi. Tidak Hanya Itu, banyak perusahaan atau investor yang tertarik berinvestasi di Jatim Terutama di bidang energi dan pengolahan limbah beracun.

“Soal penanganan limbah beracun ini juga menjadi perhatian para ahli di Inggris, jadi kami harapkerjasamainidapatmeningkatkankualitashidupmanusia,” katanya.

Sedangkan di bidang pendidikan, lanjutnya, ada beberapa universitas di Inggris yang tertarik bekerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya tentang pendidikan teknik di Jatim.

Dirinyaberharappenandatanganankerjasamainiakanmenjadiawaldaribanyakkerjasama yang akanterjalin. Provinsi Jatim sendiri merupakan provinsi pertama yang dikunjungi Dubes Owen usai ia menjabat sebagai Dubes Inggris.

Hms/dny

LEAVE A REPLY