Sengketa Lahan Transmart di Surabaya Tergelincir di Pengadilan

0
900
sengketa lahan yang akan dibangun Transmart di Surabaya
sengketa lahan yang akan dibangun Transmart di Surabaya

Surabaya Nawacita – Pusat belanja Transmart berkembang dengan cepat di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sementara ini, yang sudah beroperasi sedikitnya di tiga lokasi, yakni Transmart Rungkut, Transmart Lenmarc Mall di kawasan elit Jalan Mayjen Yono Suyono, Dukuh Pakis, dan Transmart Ngagel. Bakal menyusul Transmart di kompleks hunian terintegrasi, Trans Icon, yang kini dalam proses garap tak jauh dari pintu masuk Surabaya di Jalan A Yani.

Baca juga : Transmart Ngagel Siap Melayani Konsumen, Dengan Konsep Baru

Proyek Transmart yang sempat berhenti karena terganjal sengketa lahan di Jalan Dukuh Kupang Barat 126, tak jauh dari Islamic Center. Sebelum disebut-sebut akan dibuat Transmart, bangunan di lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut dipakai PT Alfa Retailindo sebagai Alfa Grosir dan kemudian bertransformasi menjadi Carrefour. Hal itu sama dengan Transmart Ngagel, yang sebelumnya adalah Carrefour.

Lahan Transmart di Dukuh Kupang Barat 126 jadi sengketa setelah pria bernama Soehartono memenangkan gugatan atas lahan tersebut setelah berjuang bertahun-tahun. Soehartono mengaku ahli waris dari almarhum Misdan, pemilik lahan tersebut dengan Petok D 229 Persil 2. Versi Soehartono, gugatan dilakukan setelah saudara tirinya, MS, menjual lahan tersebut kepada RN, awal tahun 1990. Saat dijual, pemilik lahan berubah jadi Misdar dengan Petok D 279. RN kemudian menjual lahan tersebut ke PT Alfa Retailindo pada tahun 1996.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Dampingi Presiden Jokowi Bagikan 3.200 Sertifikat Tanah di Gresik

Setahun kemudian terbitlah sertifikat lahan atasnama PT Alfa Retailindo. Kendati melawan PT Alfa, Soehartono tetap berjuang dan akhirnya memenangkan gugatan. Pada tahun 2017, dia berhasil mengantongi surat penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Surabaya. Belum juga dieksekusi, PT Alfa menggugat balik. Sidang perdata itu bergulir di PN Surabaya sejak awal 2018.

“Pengadilan mengabulkan pihak Alfa,” kata kuasa hukum Soehartono, Sumarso,  pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Sumarso mengatakan, putusan PN Surabaya itu keluar pada Maret atau Mei 2018. Isinya, pengadilan membatalkan akta 41 tertanggal 18 Februari 2010 yang ditandatangani Suyanto, Yuswita dan Soehartono. Akta itu berisi penyelesaian sengketa atas lahan atau perdamaian tersebut, yang dipersoalkan Sehartono selaku pihak yang mengklaim sebagai ahli waris.

vv

LEAVE A REPLY