10 Negara Bahas Ekosistem Pesisir di IPB

0
295
Bersahabat dengan Masyarakat Pesisir
Bersahabat dengan Masyarakat Pesisir

BOGOR, Nawacita — Perwakilan dari 10 negara yang tergabung dalam The Society for Coastal Ecosystems Studies-Asia Pacific (SCESAP) menghadiri International Symposium 2019 di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dramaga, Kabupaten Bogor. Kegiatan yang akan membahas mengenai ekosistem pesisir itu berlangsung mulai 12 hingga 16 Agustus 2019.

Chairman of Local Organizing Commuter SCESAP International Simposium Prof Yusli Wardiatno mengatakan pembahasan ekosistem pesisir ini merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang pelaksanaannya kini menginjak kali ketiga. Saat ini Indonesia bertindak sebagai tuan rumah.

Baca Juga : IPB Diharapkan Mampu Mengelola Agar Tidak Terjadi Konflik

“Sumber daya pesisir dan laut sangat penting, bagaimana pun kita bisa belajar dari negara-negara lain, ada 10 negara termasuk Indonesia,” ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Dosen Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu mengatakan bahwa masih banyak hal yang tersembunyi mengenai sumber daya pesisir dan laut. Eksplorasi bioteknologi menurutnya mampu mengungkap potensi-potensi yang memberikan nilai tambah bagi sumber daya pesisir dan laut.

“Sebenarnya dengan adanya simposium ini kita bisa saling sharing, saling melihat, bisa saling bekerja sama ke depannya. Kali ini temanya Achieving Sustainable Development Goal (SDG) 14,” kata Prof Yusli.

Baca Juga : IPB Gelar Halal Bihalal Nuansa Biru

Ia menyebutkan, beberapa yang dibahas dalam simposium antara lain tata kelola dan pengelolaan perikanan berkelanjutan, inovasi dan bioteknologi untuk mendukung target SDG 14, perubahan iklim dan resiliensi pesisir, serta keanekaragaman hayati dalam konteks sosial dan budaya.

Kegiatan yang diikuti oleh 180 partisipan itu meliputi dari negara Indonesia, Jepang, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, Singapura, India, Rusia, dan Jerman. Kegiatan yang digelar selama lima hari ini akan ditutup dengan observasi lapang ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk di Jakarta Utara pada 16 Agustus 2019.

rp

LEAVE A REPLY