Menkominfo Menanggapi Wacana KPI Awasi Konten YouTube dan Netflix

0
329
Menkominfo Menanggapi Wacana KPI Awasi Konten YouTube dan Netflix.
Menkominfo Menanggapi Wacana KPI Awasi Konten YouTube dan Netflix.

JAKARTA, Nawacita – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio mengungkapkan jika pihaknya berencana mengawasi tayangan YouTube, Netflix, dan Facebook TV. Saat ini, KPI menunggu kewenangan Komisi 1 DPR untuk mengesahkan revisi Undang-Undang Penyiaran.

KPI ingin memasukan media baru seperti YouTube, Netflix, dan Facebook dalam pengawasannya sebagai lembaga penyiaran. Mengenai hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, seperti dikutip Antaranews mempertanyakan objek seperti apa yang mau diawasi KPI.

Baca Juga: KPI Awasi Netflix dan YouTube Itu Salah, Tak Sesuai UU Penyiaran

“Sebetulnya objeknya apa sih yang diinginkan untuk mengawasi konten Netflix dan YouTube. Netflix itu film kalau film berkaitan dengan sensor,” kata Menkominfo Rudiantara di sela kegiatan bertajuk “Sarasehan Nasional Penanganan Konten Asusila di Dunia Maya”, di Jakarta, Senin.

Menurut dia, kalau sistem pengawasan Netflix dan YouTube juga mempergunakan cara-cara sensor seperti perfilman lain tentunya juga tidak akan berjalan efektif.

“Kalau film yang di bioskop sebelum ditayangkan disensor dahulu, tetapi kalau film yang di dunia maya kan tayang dulu, baru ketahuan belakangan,” kata dia.

Sampai saat ini sesuai dengan aturan yang berlaku, KPI hanya memiliki tugas mengawasi penyiaran lewat free to air, siaran melalui stasiun televisi dan radio.

Baca Juga: YouTube Larang Konten Tantangan dan Prank yang Membahayakan

“Belum, belum kita belum bicara. Kalau (pengawasan) itu dilakukan dasar hukumnya juga harus pas,” kata Menkominfo.

Sebelumnya, Komisi Penyiaran Indonesia mewacanakan akan mengawasi konten-konten dari media seperti YouTube, Facebook, Netflix dan media lain yang sejenis.

Pengawasan tersebut bertujuan agar siaran di media digital memang benar-benar layak ditonton serta memiliki nilai edukasi, juga menjauhkan masyarakat dari konten berkualitas rendah.

oknws.

LEAVE A REPLY