Marah dan Gelisah Saat Internet Mati, Mungkinkah Gejala iDisorder?

0
420
Ilustrasi iDisorder.
Ilustrasi iDisorder.

JAKARTA, Nawacita Pemadaman listrik serentak di sejumlah wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta diikuti dengan terganggunya jaringan seluler pada Minggu 4 Agustus 2019, tak jarang menimbulkan kepanikan. Wajar apabila merasa kesal dan panik lantaran kejadian tersebut. Tetapi jika hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta membuat Anda tak bisa tidur, apakah kondisi itu normal?

Beberapa tahun yang lalu timbul istilah ‘iDisorder’. Ini adalah gangguan mental yang disebabkan perubahan pada kemampuan otak untuk memproses informasi dan berhubungan dengan dunia karena penggunaan media dan teknologi sehari-hari. Istilah ini kerap disebut sebagai Compulsive Internet Use (CIU), Problematic Internet Use (PIU), atau gangguan kecanduan internet.

“Kecanduan internet hanyalah sebagian dari kecanduan teknologi secara umum. Seperti namanya, konsentrasinya pada keharusan dengan internet,” kata psikolog berbasis di Colorado Amerika Serikat Christina Gregory, PhD seperti dikutip dari Psycom, Senin (5/8/2019).

Baca Juga: Mengenal Nyctophobia, Ketakutan Ekstrem Pada Kegelapan atau Malam Hari

Dia menjelaskan, masalah kecanduan internet muncul ketika kegiatan tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Secara umum, gangguan kecanduan internet dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori kecanduan internet yang paling umum diidentifikasi meliputi games, jejaring sosial, E-mail, blogging, belanja online, dan penggunaan pornografi,” kata Gregory.

Namun, bukan berarti jika Anda sering menggunakan internet, menonton video YouTube, sering berbelanja online, atau suka memeriksa media sosial adalah penderita gangguan kecanduan internet.

“Beberapa bukti menunjukkan bahwa jika Anda menderita gangguan kecanduan internet, susunan otaknya mirip dengan yang mengalami ketergantungan pada bahan kimia, seperti obat-obatan atau alkohol,” kata dia.

Selain itu, kecenderungan kecanduan internet juga terkait dengan kecemasan dan depresi. “Jika menderita kecemasan dan depresi, Anda mungkin beralih ke internet untuk mengisi kekosongan,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Nomophobia, Ketakutan Berlebihan Saat Jauh Dari Ponsel

Lalu, bagaimana gejala gangguan kecanduan internet atau iDisorder? Beberapa gejalanya tersebut meliputi depresi, gelisah, perasaan euforia saat menggunakan internet, tidak mampu memprioritaskan atau menjaga jadwal, suka menunda-nunda, perubahan suasana hati dan bosan dengan tugas rutin.

Sementara itu, ada pula gejala fisik yang dialami oleh mereka yang menderita gangguan mental ini. Di antaranya sakit punggung, sakit kepala, insomnia, sakit di bagian leher, mata kering dan masalah kesehatan mata lainnya.

inws.

LEAVE A REPLY