Kongres PDI-P di Bali, Bahas Calon Ketua Harian Penerus Megawati

Nama Puan dan Prananda Menguat

0
852
Puan dan Prananda

Jakarta, Nawacita – Makin jelas sudah agenda utama Kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Bali 8-11 Agustus 2019. Salah satu agenda penting yang akan dibahas adalah penetapan Calon Ketua Harian yang digadang-gadang kelak bakal meneruskan Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.

Jabatan Ketua Harian itu akan dimunculkan dalam arena Kongres PDI-P Bali 8-11 Agustus mendatang. Para pengamat politik pun langsung mengulas jabatan strategis yang tugas dan kewenangannya mirip Ketua Umum ini. Karena muncul dua nama kandidat Calon Ketua Harian DPP PDI-P. Yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Keduanya adalah anak kandung Megawati yang sama-sama trah Soekarno.

Pakar Komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Dr. Drs. Emrus Sihombing mengatakan, kabatanketua harian sangat penting dalam kaderisasi di tubuh PDIP. Dia akan melaksanakan tugas sehari-hari partai. “Namun keputusan terkait hal-hal penting masih tetap ada di tangan ketua umum,” terangnya seperti di kutip dari laman Harian Jawa Pos, Senin (5/8/2019).

Menurut dia, perlu ada pembagian tugas yang jelas antar ketua umum dengan ketua harian. misalnya ketua umum memegang keputusan-keputusan penting partai. Sementara itu ketua harian melaksanakan tugas operasional teknis sehari-hari untuk membina hubungan dengan DPD-DPD seluruh Indonesia. Pembagian tugas perlu dilakukan agar ketua harian bisa belajar memimpin partai.

Dengan cara itu, kata Emrus, kaderisasi bisa berjalan. Ketua Harian akan betul-betul disiapkan untukm memimpin masa depan partai. Dia akan mempunyai kemandirian dalam mengelola partai besar seperti PDI-P. “Jika kelak suatu saat nanti dia ditunjuk sebagai ketua umum, sosok itu langsung siap memimpin partai,” ujarnya.

Emrus memprediksi dua nama yang mempunyai kans menjadi ketua Harian DPP PDI-P adalah Anak Megawati. Yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo. Keduanya memang trah Soekarno. Namun secara pengalaman, Puan cukup memenuhi. “Jika tidak dari trah Soekarno, belum tentu PDI-P bisa mendulang suara besar pada pemilu mendatang,” terangnya lagi.

Sementara itu, pakar politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin punya pendapat berbeda. Menurut dia, Nanan – sapaan akrab – Prananda lebih berpeluang menjadi ketua harian. sebab, Puan sudah disiapkan menjadi ketua DPR periode 2019-2024. Jadi tidak mungkin Puan menjadi ketua Harian PDI-P,” cetusnya.

Secara ideal, lanjut Ujang, Puan berfokus memimpin Parlemen, sedangkan Prananda akan disibukkan dengan tugas-tugas partai. Menurut Ujang, tugas DPR cukup bayak sehingga sangat menyita waktu. Puan pun akan sibuk dengan urusan parlemen. “Ketua harian akan menjadi the next Ketum PDI-P,” ungkap direktur eksekutif Indonesia Political Review itu.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP PDI-P Anreas Hugo Pareira mengatakan, pihaknya belum memutuskan siapa yang ditunjuk sebagai ketua Harian, Menurut dia, jabtan tersebut akan diputuskan di arena Kongres. “Kita lihat saja nanti di kongres,” singkatnya. jawapos/bdo

LEAVE A REPLY