GNPF Minta Polisi Segera Bertindak Terkait Aplikasi Kencan Gay di Playstore

0
332
GNPF Minta Polisi Segera Bertindak Terkait Aplikasi Kencan Gay di Playstore.
GNPF Minta Polisi Segera Bertindak Terkait Aplikasi Kencan Gay di Playstore.

BALIKPAPAN, Nawacita – Sebuah aplikasi bernama Romeo disorot Ketua GNPF Balikpapan, Abdul Rais. Pasalnya, aplikasi tersebut diperuntukkan bagi kalangan LGBT untuk berinteraksi. Aplikasi ini dengan mudah bisa diunduh di Playstore.

Aplikasi yang dibuat di Belanda dan dirilis pada 17 September 2012 dan baru diperbaharui pada 15 Juli 2019 itu telah diunduh 5 juta pengguna dari seluruh dunia. Di aplikasi tersebut bahkan secara terang-terangan memunculkan pratinjau yang menampilkan video adegan mesra pasangan gay. Aplikasi Romeo sendiri memiliki tagline “obrolan dan kencan gay terbaik di dunia”.

Baca Juga: Aplikasi FaceApp Diduga Curi Data Para Penggunanya

Abdul Rais mengecam keras aplikasi Romeo dan meminta pihak berwajib menelusuri aplikasi tersebut. Dia menganggap aplikasi tersebut sama halnya dengan memudahkan jalan bagi kaum LGBT.

“Itu aplikasi laknat, aplikasi LGBT. Itu enggak boleh ada di Indonesia, apalagi sampai bebas masuk di Indonesia. Harusnya tidak bisa lolos itu,” kata Rais, Rabu (31/7/2019).

Rais meminta polisi menindaklanjuti keberadaan aplikasi tersebut di Playstore. “Kami menghimbau kepada pihak keamanan, karena itu menimbulkan suatu ketidaknyamanan atau suatu yang berbau pornografi di media dan dibaca oleh semua lapisan masyarakat. Hendaknya aplikasi tersebut harus ditelusuri. Mereka bisa dikenakan tentang masalah pornografi dengan ucapan yang seronok dan mengarah kepada hubungan biologis sesama jenis,” ujarnya.

Baca Juga: Aplikasi yang Mampu Melacak Wanita di Arab Saudi Google Tolak Menghapusnya

Selain itu, dia berharap polisi menelusuri aplikasi tersebut, termasuk para penggunanya. Ia khawatir aplikasi tersebut menyebarluaskan LGBT.

“Dalam hal ini Polda juga punya jaringan di seluruh Indonesia. Bahkan bisa ke Bareskrim Mabes Polri dalam kasus ini, saya kira mereka lebih tahu mengenai hal ini,” tuturnya.

Selain kepolisian, dia juga meminta Kominfo memblokir aplikasi tersebut sehingga tak bisa beredar di Indonesia.

oknws.

LEAVE A REPLY