Dana Riset RI Rp 35 T, Sri Mulyani: Diecer-ecer Ke 45 K/L

0
529
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Jakarta, Nawacita – Pemerintah menganggap kegiatan riset di Indonesia sudah sangat penting dan mendesak dilakukan. Riset dan development (R&D) penting bagi perekonomian Indonesia ke depan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dana riset pada APBN tahun anggaran 2019 dialokasikan sebesar Rp 35,7 riliun. Hanya saja, hal tersebut tersebar ke 45 kementerian/lembaga (K/L).

“Dari sisi APBN dana riset Rp 35,7 triliun itu dialokasikan untuk 45 K/L,” kata Sri Mulyani di Soehana Hall The Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Sri Mulyani menyadari, banyak para peneliti yang mengeluhkan bahwa anggaran yang disediakan pemerintah masih belum maksimal untuk urusan R&D. Apalagi jika dilihat dari anggaran pendidikan yang diwajibkan sebesar 20% dari APBN.

Untuk tahun 2019, Dia bilang, anggaran pendidikan dialokasikan sebesar Rp 429,5 triliun. Sehingga, masih banyak peneliti yang merasakan alokasi dana riset masih belum cukup besar.

“Kok kecil amat? atau 400 sekian itu untuk apa saja, kok kita nggak merasa, kalau bahasa Pak Presiden kok nggak nendang,” ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan bahwa belum terasanya dana riset karena dari total alokasi diberikan kembali kepada 45 K/L.

“Jadi ya diecer-ecer banyak. Makanya tidak terasa,” tegas dia.

Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap ke depan ekosistem R&D bisa dibangun lebih baik mulai dari tata kelolanya hingga akuntabel. Pasalnya, riset merupakan investasi yang bisa dimanfaatkan ke depannya.

“Inilah yang sekarang di dalam konteks indonesia dengan anggaran tadi kita dihadapkan desain tata kelolanya,” ungkap dia.

dtk

LEAVE A REPLY