Simpatisan Partai Golkar Ingin Bamsoet Jadi Ketum

0
487
Anto Yulianto Kordinator KOMPAG

 

Jakarta, Nawacita – Partai Golkar dalam waktu dekat ini akan menggelar Hajatan Besar Untuk Memilih Ketua Umum yang akan memimpin Partai untuk menghadapi berbagai badai menuju Siklus 20 tahun Kemenangan di 2024 . Bambang Soesatyo yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua DPR-RI menjadi salah satu Nama Kandidat terkuat untuk menjadi Nahkoda Baru Partai Golkar.

Anton Yulianto, Koordinator Kompag (Komunitas Simpatisan partai Golkar) menilai Langkah Bamsoet untuk Menjadi Golkar1 Sudah tidak bisa di bendung lagi. Dimana dukungan terus menerus mengalir baik itu dari Pengurus DPD II , DPDI ,Pengurus DPP , Sayap Partai , Para Pendiri dan Senior Partai Golkar sampai dengan ke tingkat Grassroot Partai Golkar. “Sosok Bambang Soesatyo sangatlah tepat diberikan Kepercayaan untuk memimpin Partai Golkar, Bamsoet adalah sosok yang sangat bersahabat dengan siapapun dan dari kalangan manapun,” terang Anton, Minggu (28/7/2019).

Paska Peringatan Kemerdekaan RI yang ke 74 tahun di bulan Agustus 2019 Komunitas Simpatisan Partai Golkar ( KOMPAG) akan menggelar Deklarasi besar-besaran .
Atas nama Simpatisan Partai Golkar Yang Tergabung dalam KOMPAG akan menyatakan Sikap sebagai berikut. Pertama, Mendukung Penuh Bambang Soesatyo Sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024 karena dibawah Kepemimpinan Bambang Soesatyo Partai Golkar Akan Menjadi Pemenang di 2024. Kedua, mendukung Langkah Bambang Soesatyo yang akan Menjadikan Partai Golkar sebagai Rumah bersama bagi semua kalangan yang akan membawa kenyamanan bagi yang ada didalamnya. “Ketiga, kami mengucapkan terima kasih kepada Airlangga Hartarto dan Jajaran Pengurus Partai Golkar yang telah membawa Partai Golkar Meraih Suara Nasional 12,31% ( 17.229.789 suara),” terang Anton.

Selanjutnya, sebagai kader Golkar, Ia mengajak seluruh para kandidat Ketua Umum dan tim pendukungnya menjaga persatuan soliditas Partai Golkar agar tidak kembali terjadi konflik berkepanjangan yang akan memecah belah keutuhan Partai Golkar. “Dinamika di Golkar itu biasa, tapi jangan sampai terpecah lagi. Golkar harus tetap solid dan kompak,” harap Anton. bdo

LEAVE A REPLY