Gangster vs Warga, Kemelut Politik di Hong Kong

0
364
Sekelompok lelaki berpakaian putih menyerang penumpang di stasiun kereta Yuen Long, Hong Kong.
Sekelompok lelaki berpakaian putih menyerang penumpang di stasiun kereta Yuen Long, Hong Kong.

HONG KONG, Nawacita – Polisi Hong Kong menghadapi kritik dari berbagai pihak lantaran gagal melindungi demonstran dan peserta long march anti-pemerintah dari serangan yang dilakukan oleh kelompok yang dicurigai anggota geng di stasiun kereta pada akhir pekan lalu.

Dikutip dari Reuters, Selasa (23/7/2019), serangan terhadap warga dan peserta demonstrasi yang menggunakan kereta itu seiring dengan intensitas bentrokan antara demonstran dan Polisi yang meningkat.

Peristiwa inipun membuka perselisihan baru antara pihak oposisi dengan pemerintah. Para demonstran telah berbulan-bulan melancarkan protes terkait  RUU ekstradisi yang dapat terpidana kasus criminal apapun  ke Tiongkok untuk diadili di pengadilan yang dikontrol Partai Komunis.

Baca Juga: Tragedi Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Diduga Ada 8 Kelompok Yang Terlibat

Para pengunjuk rasa sebelumnya pada hari Minggu lalu, mengepung kantor perwakilan utama China di pusat keuangan Asia tersebut. Mereka  merusak dinding serta pagar, dan rambu lalu lintas sehingga memicu bentrokan dengan polisi.

Pemimpin Hong Kong yang didukung Beijing, Carrie Lam, mengutuk serangan terhadap Kantor Penghubung Pemerintah Pusat, dengan menuding itu sebagai “tantangan” bagi kedaulatan nasional.

Dia mengutuk perilaku kekerasan dalam bentuk apa pun. Lam terkejut dengan bentrokan di stasiun, serta berjanji bahwa polisi akan menyelidiki sepenuhnya.

Baca Juga: 51 Pesawat Tempur TNI AU Hiasi Langit Jatim

“Kekerasan hanya akan menghasilkan lebih banyak kekerasan,” kata Lam sambil diapit oleh pejabat kota senior.

Beberapa politisi dan aktivis telah mengaitkan jaringan geng kriminal triad yang bekerja bawah tanah di Hong Kong, bertanggungjawab atas serangan.

Triad dinilai selalu dapat dipergunakan untuk mengintimidasi dan melakukan kekerasan politik dalam beberapa tahun terakhir, kadang-kadang terhadap aktivis dan kritikus pro-demokrasi di Beijing.

bsnws.

LEAVE A REPLY