Gubernur Khofifah Siapkan Jatim Incorporated untuk Industri

0
405

*Petik-Olah-Kemas-Jual*

Surabaya, nawacita – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sedang menyiapkan program Jatim Incorporated untuk industri agro dengan metode petik-olah-kemas-jual, khususnya pasca panen. Tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat di pedesaan, khususnya yang berprofesi sebagai petani, mengoptimalkan produktivitas, dan mencegah terjadinya jatuhnya harga akibat over supply pada produk agro di Jatim.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat ditemui wartawan usai menerima kunjungan Direktur Utama PT. Polowijo Gosari, H. A. Djauhar Arifin bersama rombongan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (16/7) siang.

Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, dengan Jatim Incorporated, maka data produksi, dan distribusi menjadi jelas, sehingga pemerintah bisa melakukan pemetaan terkait jumlah produksi yang diolah, serta merencanakan bentuk pengolahan produk agro tersebut, khususnya pasca panen.

“Kita bisa melakukan pemetaan yang perlu diolah berapa banyak? Dan diolah dalam bentuk apa?, Disebar kemana saja?,” katanya sembari menambahkan, selama ini para petani jika sudah musim panen, seringkali hanya sebatas pada proses petik lalu jual, sehingga ada kemungkinan terjadi over supply, sehingga harga bisa jatuh.

Ditambahkannya, agar petani bisa melakukan petik-olah-kemas jual, dibutuhkan proses pendampingan, investasi, dan teknologi. Karena itu, dirinya menyambut baik tawaran kerjsama dari PT. Polowijo Gosari yang telah berpengalaman dan berkompeten memberdayakan petani, dalam industri olah-petik-kemas-jual, khususnya buah mangga.

“Beliau merespon dengan baik, kebetulan saya juga pernah mengunjungi PT. Polowijo, ketika saya menyampaikan petik-olah-kemas-jual, mereka sudah punya produk yang memenuhi quality control dan layak ekspor, bahkan beberapa produknya sudah masuk ke pasar modern adalah dodol mangga, dan es krim mangga,” jelasnya.

Karena terbukti sukses di pasaran, Gubernur Khofifah meminta PT. Polowijo untuk terus berinovasi, salah satunya adalah memproduksi manisan mangga, karena potensi nilai tambahnya sangat bagus bagi para petani. Hal ini berdasarkan pengalamannya saat berkunjung ke negara tetangga.

“Manisan mangga ini sudah sangat populer oleh-oleh Thailand, dan Singapura. Disana, produk manisan mangga dicampur jamur, atau kacang, atau lainnya. Ini luar biasa nilai tambahnya,” ujarnya seraya mengimbuhkan, produksi buah mangga sangat berlimpah di beberapa wilayah di Jatim, seperti Probolinggo, Situbondo, dan Bondowoso.

“Saya sampaikan, untuk mengembangkan 1 item dulu, yaitu mangga. Jika ini bisa kita komunikasikan dengan bupati yang wilayahnya punya produksi mangga yang cukup signifikan, maka kita bisa mendapatkan pemetaan di titik mana saja kita bisa melakukan petik-olah-kemas-jual lebih luas lagi,” lanjutnya.

Selain industri olah-petik-kemas-jual, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi inisiatif Direktur PT. Polowijo Gosari, H. A. Djaufar Arifin yang membuat embung seluas 40 hektare (ha) diatas lahan dengan luas 50 ha. Kapasitas embung tersebut digunakan untuk keperluan irigasi masyarakat, dan air baku.

“Nah yang air baku itu direncanakan kalau sudah beroperasi secara full, itu bisa 1.000.000 liter/hari. Kemudian, juga mengairi sekitar 2.000 ha lahan mangga, yang beliau mitrakan dengan masyarakat sekitar, jadi beliau yang punya lahan, masyarakat yang akan menanam,” imbuhnya.

Disamping embung, lanjut gubernur wanita pertama di Jatim ini, PT. Polowijo juga akan membuat masjid dengan luas 5 ha. Menurutnya, hal ini akan menjadi destinasi wisata baru.

“Ada embung, berarti ada air, ada masjid berarti ada wisata religi, beliau juga sudah menyiapkan ruang-ruang untuk dijadikan kayak museum Walisongo, lalu ada wisata kuliner khas timur tengah, dan ada teknologi pertanian,” ujarnya. Bdo

LEAVE A REPLY