Destinasi Wisata di Jatim Paling Keren

0
728
Pantai Gili Labak.
Pantai Gili Labak.

SURABAYA, Nawacita – Berwisata menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengisi momentum liburan sekolah seperti sekarang ini. Bagi yang memiliki anggaran pas-pasan, berwisata ke lokasi yang mudah dijangkau dan hemat biaya tentu menjadi pilihan.

Berikut 7 pilihan tempat wisata di Jatim yang bisa menjadi rujukan mengisi liburan.

 

1. Gunung Bromo

Siapa yang tidak kenal dengan gunung yang termasuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jawa Timur (Jatim) ini. Ribuan wisatawan baik asing maupun domestik membanjiri gunung satu ini. Apalagi saat perayaan Kasada, bisa dipastikan semua hotel dan penginapan di sekitar Gunung Bromo penuh oleh pengunjung.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung ini sangat eksotis karena bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir. Gunung yang oleh Suku Tengger dianggap suci ini ditengah-tengahnya. Biasanya, para pengunjung datang pada dini hari guna menyaksikan sunrise pada pagi harinya.

Yang menarik, saat ini Gunung Bromo terjadi fenomena frost atau embun salju. Fenomena langka ini diperkirakan berlangsung hingga September 2019 mendatang. Embun salju ini meliputi lautan pasir Gunung Bromo dan daerah di sekitarnya seperti Cemorolawang, Ranupani, Ranu Kumbolo dan Penanjakan. Selain disuguhkan pemandangan pegunungan nan indah, wisatawan juga bisa berswafoto dengan latar belakang pegunungan yang diselimuti salju.
Baca Juga: Destinasi Wisata Snorkeling di Raja Ampat

2. Taman Nasional Baluran

Taman nasional terletak di dua kabupaten. Yakni Situbondo dan Banyuwangi. Luasnya mencapai 25.000 hektare. Kawasan ini terbagi menjadi beberapa wilayah yang berbeda. Pertama ada kawasan pegunungan dengan Gunung Baluran sebagai puncak tertingginya. Selanjutnya ada kawasan hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan, hutan rawa, hutan mangrove di dekat pantai, dan sabana.

Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan. Pemandangan paling menarik di taman nasional ini ada pada sabana yang sangat luas. Saat musim hujan, kawasan ini akan menjadi hijau dan dipenuhi banyak binatang liar. Wisatawan yang datang bisa menyaksikan banteng, kerbau liar, anjing hutan, kijang, rusa, dan macan tutul.

Untuk bisa menikmati taman yang memiliki 26 jenis mamalia dan 155 jenis burung ini, wisatawan bisa mengunjungi beberapa pos pengamatan di Batangan, Bekol yang memiliki banyak merak, ayam hutan, dan rusa, Bama yang dekat dengan pantai, Manting, dan Kalitopo. Selain sering dikunjungi wisatawan, taman ini juga sering didatangi para ahli maupun mahasiswa untuk penelitian ilmu pengetahuan alam.

3. Gili Labak

Gili Labak berada di ujung Pulau Madura dan menjadi pulau terpisah. Pulau ini termasuk dalam lingkup Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Lokasinya yang berada di tengah lautan membuat para wisatawan memakan sedikit lebih banyak waktu dan usaha untuk mencapainya. Tali, semuanya akan terbayar jika sudah menikmati suguhan keindahan pantai dan lautnya.

Akses yang cepat untuk tiba di pulau ini adalah dengan menggunakan penerbangan lokal yang hanya memakan waktu sekitar setengah jam dari Bandar Udara Juanda menuju Bandar Udara Trunojoyo. Wisatawan juga bisa memilih menggunakan transportasi darat dengan menggunakan bus. Selanjutnya, bisa menggunakan transportasi lain untuk mencapai pelabuhan menuju Pulau Gili.

Beragam aktivitas pantai yang bisa dilakukan di tempat ini antara lain, snorkeling maupun diving. Di sana telah tersedia penyewaan alat menyelam yang siap digunakan.

Pantai ini juga cocok untuk melakukan kegiatan fotografi karena pemandangan hamparan pasir putih dan jernihnya air. Wisatawan juga bisa berkemah. Namun, harus membawa peralatannya sendiri. Wisatawan juga bisa berperahu mengelilingi pulau dengan menyewa perahu atau kapal kecil milik nelayan setempat.

4. Kawah Ijen 

Kawah yang berada di kawasan pegunungan Ijen ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Gunung ini memiliki ketinggian 2.779 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Salah satu fenomena alam yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah kawah yang terletak di puncaknya. Di Kawah Ijen terdapat fenomena Api Biru atau Blue Fire hanya ada 2 di dunia.

Untuk bisa menyaksikannya, wisatawan harus berangkat pukul 01.00 WIB agar sinar matahari tidak mengaburkan fenomena menakjubkan tersebut. Bagi wisatawan, pastikan menggunakan masker saat mendekati kawah karena gas yang muncul tidak terlihat jelas di malam hari. Sehingga berbahaya bagi pernafasan. Kawah dari gunung ini terus mengeluarkan belerang.

Jika dulu penambang menggunakan keranjang untuk mengangkut belerang dari kawah, kini mereka menggunakan troli. Selain untuk mengangkut belerang, mereka juga bersedia membawa wisatawan dengan troli tersebut. Mencapai kawah dengan naik troli barangkali menjadi satu pilihan. Ini karena perjalanan dari gerbang hingga ke puncak mencapai 3 kilometer (km). 1 km area datar dan 2 km area menanjak dan berkelok-kelok. Banyak pengunjung yang tidak kuat saat mendaki karena kelelahan.
Baca Juga: Wisata ke Luar Angkasa Resmi Dibuka untuk Umum di Tahun 2020
5. Wisata Bahari Lamongan

Wisata Bahari Lamongan (WBL) terletak di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Tempat wisata ini dibuka sejak 14 November 2004. Taman bermain yang dibangun di Tanjung Kodok ini berada di dekat pantai. Sebagian besar wahana di tempat ini berhubungan dengan air. Wisatawan bisa bermain di kolam dengan aneka seluncuran, menggunakan kano di pantai, hingga memasuki ruangan hantu yang ngeri dan cocok untuk menguji nyali.

Tempat wisata ini berada di jalur pantai utara Surabaya-Tuban. Lokasinya juga sangat strategis karena berada di dekat sejumlah objek wisata religi seperti Makam Sunan Drajat dan Makam Sunan Sendang Duwur. WBL sangat cocok bagi anda anak muda yang suka dengan tantangan, karena di tempat ini terdapat banyak wahana yang memacu adrenalin. Diantaranya, speed flip, Banana Boat, Paus Dangdut dan masih banyak lagi.

WBL juga terintegrasi dengan Maharani Zoo dan Goa.

Maharani Zoo dan Goa menyajikan wahana konservasi dan edukasi serta budaya yang terangkum dalam nuansa etnik Afrika. Sejumlah fasilitas yang ditawarkan meliputi taman satwa atau kebun binatang yang dilengkapi dengan koleksi berbagai binatang, seperti orang utan, beruang madu, wallaby, jerapah, singa putih dan harimau putih serta masih banyak koleksi yang lainnya. Umumnya satwa berasal dari Asia.
Baca Juga: Spot Wisata Cantik Kepulauan Seribu
6. Candi Penataran

Candi ini terletak di Kabupaten Blitar dan tidak jauh dari Gunung Kelud. Kompleks candi yang dibangun 3 generasi kerajaan ini berlatar belakang Hindu. Candi termegah dan terluas di Jawa Timur ini berdiri diatas ketinggian 450 mdpl. Kompleks Candi Penataran berfungsi sebagai tempat pemujaan. Ini berdasarkan isi prasasti Palah yang menyatakan bahwa Raja Srengga (salah seorang Raja Kerajaan Kediri) sering mengadakan pemujaan di candi ini.

Kompleks Candi Penataran menempati luas tanah sekitar 180 meter x 130 meter yang terbagi dalam tiga halaman. Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya, History of Java, tahun 1815, Dr Horsfield menemukan reruntuhan Candi Hindu di Penataran. Dari sisa-sisa struktur dan artefak yang ada, kompleks candi ini terdiri dari beberapa bangunan yang pembangunannya tidak dilakukan secara serentak, tapi bertahap dalam kurun waktu yang lama.

7. Songa Rafting

Songa Rafting berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Songa merupakan wisata arum jeram yang dilakukan di sepanjang sungai Pekalen. Sumber air sungai Pekalen berasal dari mata air Gunung Lamongan dan mata air Gunung Argopuro. Sedangkan untuk lebar sungai bervariasi, mulai dari 5 meter hingga 20 meter. Setiap peserta yang melakukan arum jeram akan melintasi berbagai medan yang sangat seru.

Songa Rafting memiliki 2 tingkatan, yaitu Pekalen Atas dan Pekalen Bawah. Perbedaan Pekalen Atas dan Pekalen Bawah, Pekalen Atas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi untuk berarung jeram daripada Pekalen Bawah. Dengan derai air sungai yang berliuk-liuk serta bebatuan membuat peserta yang melakukan rafting di sungai ini semakin merasa tertantang. Di sejumlah titik, pengarum jeram akan disuguhi sejumlah air terjun yang sangat menarik.

sdnws.

LEAVE A REPLY