Gelar Dialog, Lapenmi PB HMI Dorong Pendidikan Kekinian Bisa Manfaatkan Era 4.0

0
612
Bakornas Lapenmi PB HMI.
Bakornas Lapenmi PB HMI.

Jakarta,nawacita – Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Lapenmi) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar Dialog Publik Pendidikan Nasional dirangkaikan dengan buka puasa bersama, di Sekretariat PB HMI, Jl. Sultan Agung, Jakarta, Kamis (09/05/2019).

Kegiatan yang bertajuk “Cerdaskan Milenial Indonesia 4.0” ini mengundang tiga pembicara diantaranya Dr. Ir. Hetifah Sjarifudian dari Komisi X DPR RI, Dirjen Penguatan dan Pengembangan Kemenristekdikti, Dr Muhammad Dimyati serta Direktorat Perguruan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan BAPPENAS, Rudi Arifiyanto.

Dimyati berharap agar dana penelitian nasional yang sekarang sebesar 0,25% dari APBN dapat dinaikkan agar memaksimalkan penelitian yang ada.

“Untuk memaksimalkan nilai penelitian maka pemerintah harus berani untuk mengusulkan kenaikan anggaran penelitian,” terangnya.

Sementara Rudi mengimbau kader HMI kekinian tidak hanya berjalan stagnan seperti yang sudah-sudah. Tetapi harus mampu untuk menciptakan satu terobosan ide perekonomian kreatif.

“Bisa menciptakan start up untuk bisa menyaingi ide kreatif anak muda di luaran sana. Seperti contoh simple bikin saja channel youtube, atau semacam Go-jek begitu,” tandasnya.

Direktur Bakornas Lapenmi PB HMI, Muhammad Ikhsan mengatakan bahwa kehadiran Lapenmi di era revolusi Industri 4.0 mengajak para milenial Indonesia memanfaatkan ketersediaan teknologi.

“Melalui dialog ini, kami mengajak kepada manusia milenial untuk cerdas dalam membaca dunia, terkhusus Indonesia dengan tersedianya teknologi yang ada.” ujarnya disela-sela menyampaikan sambutan.

Selain itu, Muhammad Ikhsan berharap agar penelitian dan pengembangan dijadikan prioritas bagi pemerintah sebagai penguatan pendidikan di Indonesia.

“Mendorong penelitian dan pengembangan dalam menguatkan pendidikan Indonesia sebagai sebuah jalan untuk menjadi lebih kuat dan dapat bersaing dalam revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

ainul Yaqin

LEAVE A REPLY