Buka Pasar Exspor, BI Dorong UMKM Jatim ” Jualan” di Singapura

0
361

Surabaya, Nawacita – Tidak dapat dipungkiri, di era globalisasi ekonomi saat ini arus perdagangan barang dan jasa hampir tanpa hambatan atau hambatan masuk yang rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan keberadaan dan daya saing produk lokal, terutama yang berbasis pada UMKM, perlu untuk terus meningkatkan dan meningkatkan kapasitas dan kualitas UMKM sehingga mereka dapat bersaing di pasar ekspor.

Jepang dan Singapura menjadi salah satu tujuan ekspor utama untuk Jawa Timur, termasuk produk-produk UMKM lokal di Jawa Timur. Untuk terus meningkatkan kapasitas ekspor UMKM Jawa Timur ke Singapura, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar bisnis yang serasi dengan investor Singapura hari ini, Kamis (2/5/2019), setelah sebelumnya mengadakan kegiatan serupa dengan Jepang.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Singapura telah menjadi salah satu negara tujuan ekspor Jawa Timur, bahkan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN, terutama untuk industri non-migas. Pada periode Januari, dd. Pada Maret 2019, Jawa Timur ekspor migas ke Singapura berjumlah US $ 364,8 juta atau 5,73% dari total ekspor nonmigas di Jawa Timur. “Ini menjadikan Singapura pasar potensial yang besar untuk produk-produk Jawa Timur,” kata Harmanta, Wakil Kepala Perwakilan BI. Provinsi Jawa Timur (02/05).

Kegiatan yang bertajuk “Pencocokan Bisnis Indonesia-Singapura: Akselerasi Ekspor Produk-produk UMKM Unggulan di Jawa Timur” diikuti oleh 40 (empat puluh) UMKM yang dibantu oleh Kantor Perwakilan BI di seluruh Jawa Timur. Di sini, UMKM bertemu dan melakukan pertemuan satu lawan satu dengan ANAPANA, importir yang akan membawa produk UMKM Jawa Timur ke Singapura. “Pada tahap awal, ANAPANA akan fokus pada produk siap makan.” Tahap saat ini adalah tahap eksplorasi dan selanjutnya terlihat potensi untuk memasuki salah satu rantai supermarket terbesar di Singapura, “kata Harmanta.

Dikatakan oleh Harmanta, setidaknya akan ada ± 9 produk yang bisa dibawa ke Singapura. Diantaranya adalah almond crispy “Pawon Kue”, bawang rengginang dan tempe “Syafrida”, bawang sambal Bu Sandra, tas “Ayu Cookies” dan teh hitam “Si Taraa” dari Surabaya. Selain itu, aneka keripik “So Kress” dari Malang juga dipilih, bawang goreng “Bang Go” dari Bojonegoro, Lapeyek dari Sidoarjo dan aneka keripik “Mak Plengeh” dari Kediri. “ANAPANA bahkan mengunjungi lokasi UMKM untuk melihat proses produksi langsung dan kurasi,” jelasnya.

Kegiatan pencocokan bisnis ini adalah salah satu program KPw Jawa Timur untuk mendorong ekspor guna mengendalikan defisit transaksi berjalan. “Sebelumnya kegiatan serupa pernah dilakukan dengan Malaysia dan sudah ada beberapa yang transparan. Ke depan, kami akan lebih mendorong kegiatan serupa dengan negara lain,” pungkas Harmanta.

Dny

LEAVE A REPLY