Untuk Menjaga kualitas layanan Kesehatan Bagi Peserta JKN-KIS, Status Akreditasi Rumah Sakit Harus Ditentukan

0
551

Surabaya, Nawacita.co  (02/05/2019) – BPJS Kesehatan mengingatkan sejumlah rumah sakit mitra untuk memperbarui status akreditasi mereka. Sesuai dengan peraturan saat ini, akreditasi adalah salah satu prasyarat bagi peserta JKN-KIS untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas yang memenuhi standar yang ditetapkan.

“Akreditasi adalah bentuk perlindungan pemerintah dalam mewujudkan hak setiap warga negara untuk mendapatkan layanan kesehatan yang tepat dan berkualitas di fasilitas perawatan kesehatan.” Akreditasi ini melindungi tidak hanya masyarakat, tetapi juga masyarakat. petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit itu sendiri, “Kepala Cabang Kesehatan Surabaya Herman Dinata Mihardja mengatakan pada konferensi pers di Unit Kesehatan BPJS cabang Surabaya pada hari Kamis 05/02).

Herman menjelaskan bahwa akreditasi sebagai persyaratan untuk rumah sakit bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus dilaksanakan sejak awal 2014, bersamaan dengan pelaksanaan program JKN-KIS. Namun, mengingat kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019, sebagaimana diatur dalam Peraturan No. 99 Menteri Kesehatan (PMK) 2015 tentang perubahan PMK 71 tahun 2013, ayat 41 (3).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya Herman Dinata Mihardja

“Kami telah berulang kali mengingatkan rumah sakit untuk melakukan akreditasi, dan dari tahun lalu pemerintah telah memberikan ruang kepada orang-orang yang belum menerapkan akreditasi. Selain itu, pemerintah juga telah mengirim surat rekomendasi ke beberapa rumah sakit mitra Kesehatan BPJS yang tidak terakreditasi, sehingga pada 30 Juni 2019 mereka harus. Pada 11 Februari 2019, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dari Departemen Kesehatan juga mengirim pemberitahuan ke rumah sakit untuk akreditasi segera, “kata Herman.

Pada akhir April 2019, terdapat 49 fasilitas kesehatan canggih (FKRTL) bekerja sama dengan BPJS Cabang Surabaya Kesehatan, yang terdiri dari 42 rumah sakit dan 7 klinik kesehatan utama. Herman menjelaskan bahwa dari 42 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan, 19 di antaranya telah terakreditasi, sementara 2 rumah sakit lainnya baru saja memperbarui akreditasi mereka. Dia juga menghargai upaya manajemen rumah sakit, yang menjadikan akreditasi sebagai salah satu prioritas utamanya.

“Fasilitas kesehatan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan harus memperbarui kontraknya setiap tahun. Inti dari kontrak adalah semangat saling menguntungkan.” Kami berharap rumah sakit akan dapat mengambil keuntungan dari toleransi yang telah diberikan pemerintah hingga 30 Juni 2019 untuk segera menyelesaikan akreditasi, “katanya.

Di sisi lain, pecahnya kerjasama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena faktor akreditasi yang sederhana. Ada juga rumah sakit yang telah terputus dari pekerjaan karena tidak lulus, belum dieksploitasi atau memiliki izin operasi yang kedaluwarsa. Dalam proses ini, pertimbangkan juga saran dari dinas kesehatan dan / atau asosiasi fasilitas kesehatan setempat dan pastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu layanan yang diberikan kepada masyarakat dengan melakukan analisis. kebutuhan fasilitas kesehatan di suatu daerah.

Kriteria teknis dipertimbangkan oleh BPJS Kesehatan untuk memilih fasilitas kesehatan yang ingin bergabung dengan mereka termasuk sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), fasilitas dan infrastruktur lengkap, berbagai layanan dan komitmen layanan.

Sebagai informasi, terutama di wilayah kerja cabang Surabaya, 21 rumah sakit akan diperbarui pada tahun 2019. Rumah sakit tersebut adalah Rumkitalmar Ewa Pangalila, Rumah Sakit Wiyung Sejahtera, Rumah Sakit Airlangga, Bandara Rumkit Soemitro. Surabaya, Rumah Sakit Layanan Medis Surabaya, Rumah Sakit Mata Undaan, Rumah Sakit Muji Rahayu, Rumah Sakit Jemursari,

RS William Booth, RSIA Lombok 22 Lontar, RS Gotong Royong, RS Brawijaya, RSUD Bhakti Dharma Husada, RSIA Pura Raharja, RS Islam Surabaya, RS Darus Syifa, RS Paru Surabaya, RS Bunda, RS Wijaya, Rumkital Dr. Oepomo dan RSIA Perdana Medica.

Dny

LEAVE A REPLY