Presiden: Rayakan Hari Buruh pada 1 Mei Dengan Gembira

0
569
Presiden bersama perwakilan tenaga kerja Indonesia

Bogor, Nawacita – Presiden Joko Widodo, pada hari Jumat, 26 April 2019, menerima para pemimpin serikat pekerja. Pertemuan berlangsung di Sala Garuda, di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, sekitar 10:30 WIB.

“Saat ini saya bertemu dengan para kepala serikat, yang intinya kami berbicara tentang beberapa hal, yang pertama terkait dengan peringatan Hari Buruh, May Day, yang akan diadakan minggu depan,” kata Presiden seusai pertemuan .

Pemerintah dan para pemimpin serikat sepakat bahwa peringatan Hari Buruh berikutnya akan dilakukan dengan cara yang kondusif dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat untuk melakukan kegiatannya.

“Semua orang setuju bahwa peringatan Hari Buruh dilakukan dengan cara, kegiatan, baik, yang membawa ketenangan dan kedamaian, dan kami berharap orang-orang juga akan merasakan sukacita merayakan Hari Buruh,” katanya.

Pada kesempatan ini, Presiden didampingi oleh Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Para pemimpin serikat yang hadir adalah Andi Gani Nena Wea (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja / KSPSI), Mudhofir (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Prospero / KSBSI), Said Iqbal (Presiden Serikat Pekerja Indonesia / Konfederasi) KSPI), Ilhamsyah (Presiden Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Pekerja / KPBI Indonesia), Syaiful (Presiden Umum Asosiasi Pekerja Muslim Indonesia), Muchtar Guntur (Presiden Nusantara Nusantara / Konfederasi KSN), Wiliam Yani (Presiden Komisi A DPRD DKI).

Selain berbicara tentang peringatan Hari Buruh. Presiden dan pemimpin serikat pekerja juga membahas masalah mempersiapkan revisi Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015. Sehubungan dengan revisi peraturan tersebut, kedua belah pihak akan mencari solusi yang dapat memuaskan pekerja dan pengusaha.

“Kami berharap bahwa dari serikat pekerja, para pekerja, merasa bahagia, tetapi juga dari perusahaan atau pengusaha, mereka juga senang, jangan sampai ada yang dirugikan oleh PP 78,” katanya.

bey / dny

LEAVE A REPLY