Air Terjun dalam Ruangan Tertinggi di Dunia, Rain Vortex

0
503
Pemandangan air terjun setinggi 40 meter bernama Rain Vortex di dalam Jewel Changi Airport, Singapura.
Pemandangan air terjun setinggi 40 meter bernama Rain Vortex di dalam Jewel Changi Airport, Singapura.

SINGAPURA, Nawacita – Ada magnet hiburan baru di Singapura, yakni Rain Vortex. Air terjun dalam ruangan tertinggi di dunia tersebut terletak di Jewel Changi Airport. Fasilitas ini memang belum dibuka untuk umum, tetapi media dari berbagai negara termasuk KORAN SINDO berkesempatan untuk menikmati indahnya Rain Vortex kemarin.

Air terjun dengan ketinggian 40 meter itu mulai digarap pada Desember 2014 dan dilanjutkan penyelesaian struktural pada 2017. Air terjun berasal dari lubang berbentuk lingkaran yang berada di tengah atap berkubah kaca. Kubah beratap kaca yang terbuat dari kerangka baja dengan panjang bentangan terlebarnya mencapai lebih dari 200 meter.

CEO Jewel Changi Airport Hung Jean menjelaskan, air terjun tersebut mengalir melalui okulus di atas gedung Jewel. “Air terjun ini sangat dekat dengan terminal 1 Changi. Bisa langsung diakses melalui area kedatangan dari terminal 1, sementara dari terminal 2 melalui area keberangkatan bisa jalan kaki yang hanya 5–10 menit dan terminal 3 bisa melalui jembatan penghubung,” jelasnya kepada media di Shaw Theatres, Jewel Changi Airport kemarin.

Air terjun tersebut dikelilingi 280 toko dan restoran. Ada juga hutan dan bukit buatan seluas empat lantai dengan dua jalur jalan setapak, dan tentunya air terjun ruangan tertinggi di dunia, Rain Vortex. Jewel Changi Airport mencakup total sepuluh lantai yang terdiri atas lima lantai biasa dan lima lantai basement.

Jewel Bandara Changi juga akan menyediakan layanan penerbangan untuk menyempurnakan pengalaman berwisata bagi para penumpang, seperti layanan check-in lebih awal serta layanan tiket dan bagasi yang terpadu untuk penumpang transfer terbang-pesiar (fly-cruise) dan kelas ekonomi (fly-coach).

Air terjun tersebut serta Jewel Changi Airport dirancang oleh arsitek dunia Moshe Safdie. “Konsep airport yang menyuguhkan desain multi-dimensi dilengkapi dengan atraksi wisata, tempat berbelanja dan restoran, hingga fasilitas bandara untuk pengunjung dan wisatawan,” jelasnya.

Tim arsitek di Safdie Architects dikenal dengan terobosan inovatif pada rancangannya, seperti terlihat pada Manulife Walking Nets, Bouncing Nets, Hedge Maze, Mirror Maze, dan Discovery Slides. Mayoritas rancangan mereka menyatu dengan konsep unik taman dalam ruangan.

Managing Director Airport Operations Management of Changi Airport Group, Jayson Goh yang hadir pada acara press preview Jewel Changi Airport menjelaskan, Terminal 1 yang terdekat dengan Jewel Changi Airport terus diperluas untuk total kapasitas bandara menjadi 85 juta bagi penumpang sekaligus wisatawan.

“Pada 2018, Bandara Changi melihat pergerakan sekitar 8,2 juta penumpang antara Singapura dan Indonesia,” jelasnya yang mengatakan Changi sudah terhubung ke 15 kota di Indonesia yang dilayani oleh 11 maskapai dengan 533 penerbangan setiap minggu.

sdnws.

LEAVE A REPLY