Solo dan Jalan Terjal Prabowo Kikis Hegemoni Jokowi

0
325
Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto.

Jakarta,Nawacita — Kampanye Prabowo Subianto di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, hari ini (10/4) hanya berselang sehari setelah kampanye rivalnya, Joko Widodo, di tempat yang sama.

Kemeriahan kampanye Prabowo di Solo bisa menjadi simbol penting yang diharapkan mempengaruhi pemilih di daerah lain di Jawa Tengah.

Secara elektoral, jumlah pemilih di Solo raya memang tak begitu istimewa. KPU mencatat pemilih di eks Keresidenan Solo yang berjumlah 7 daerah sebesar 5,24 juta suara dari total 27,8 juta pemilih di Provinsi Jawa Tengah.

Untuk Surakarta sendiri di mana Jokowi berasal, jumlah pemilih tetapnya pada Pemilu 2019 ini adalah 422.689 orang.

Namun status Solo sebagai kota kelahiran Jokowi membuat kota itu punya magnet politik tersendiri. Solo bahkan dianggap bisa menjadi batu loncatan bagi rival Jokowi, Prabowo Subianto, dalam ambisi menaklukkan Jawa Tengah.

Agus Riewanto, pengamat politik dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengatakan selain jadi kampung halaman Jokowi, Solo juga identik dengan basis pemilih PDIP.

Karena itulah Solo dianggap punya daya tarik bagi kubu Prabowo sebagai oposisi. Agus mengatakan jika kampanye Prabowo hari ini bisa lebih menggegerkan dari kampanye petahana sebelumnya, maka mantan Danjen Kopassus itu dianggap dapat melempar kesan kuat bagi pemilih baru.

“Ketika kampanye di Solo sangat meriah dan bisa menghadirkan massa yang luar biasa, itu bisa menampilkan kesan ke nasional dan internasional seolah-olah menguasai Jawa Tengah yang merupakan kandang banteng,” kata Agus kepada CNNIndonesia.com.

Meski demikian Agus menilai upaya Prabowo tersebut akan menemui jalan terjal. Pasalnya tak ada gebrakan khusus yang kubu oposisi lakukan di Solo dengan waktu yang tersisa sekarang.

“Kalau kemarin terjadi perolehan suara yang tinggi dari Sudirman Said, itu bukan karena dia. Itu karena Mbak Ida (Fauziyah) yang didukung PKB,” jelas Agus.

Kendati demikian, Agus memperkirakan target Prabowo di Solo memang tidak sejauh itu. Mengingat perolehan suara Jokowi di kampung halamannya ini pada 2014 mencapai 84 persen, ia menduga strategi Prabowo di sana hanya untuk psywar yang dapat menjadi batu loncatan di skala nasional.

“Yang diincar bukan Solo-nya. Solo itu batu loncatan bahwa kita berani bertarung di kandang lawan. Tapi keberanian mereka bertarung di kandang lawan itu yang akan dijadikan bahan merebut simpati ke nasional,” kata Agus.

Upaya menaklukkan Solo dan menggoda pemilih lain di Jawa Tengah penting bagi Prabowo untuk memperkecil kekalahannya di Jawa Tengah. Pada Pemilu 2014 lalu, selisih perolehan suara Jokowi dengan Prabowo mencapai 6,5 juta suara di Jawa Tengah.

 

cnn

LEAVE A REPLY