Jokowi Bicara ‘Salaman Pakai Sarung Tangan’, BPN: Sindiran Receh

0
220
Dian Fatwa.
Dian Fatwa.

Jakarta,Nawacita – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai sikap capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang menyindir soal ‘salaman pakai sarung tangan’ tidak elegan. BPN membela Prabowo dan menilai seharusnya Jokowi tidak menyindir hal-hal receh.

“Justru dengan tetap menggunakan sarung tangan meskipun dalam kondisi bengkak dan luka belum kering, Pak Prabowo ingin tetap bersentuhan langsung dengan pendukungnya. Ini jadi nampak tidak elegan, bukan kelasnya seorang Jokowi kalau orang sakit kok dianggap tidak mau salaman dengan pendukung,” kata juru bicara BPN Dian Fatwa kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

“Saya yakin Pak Jokowi punya banyak narasi kebangsaan yang bisa dilempar ke Pak Prabowo sehingga kampanye Pilpres ini lebih bermutu, bukan menyindir hal receh-receh begini,” imbuhnya.

Dian menjelaskan saat itu tangan Prabowo memang terluka sehingga harus memakai sarung tangan agar cepat pulih. Menurut Dian, Prabowo menuruti saran dokter yang harus memakai sarung tangan selama empat hari.

“Ketika luka kering, beliau sudah melepas sarung tangannya. Saya mendapatkan foto dari pengawal Prabowo yang mendampingi, tampak tangan beliau bengkak dan seperti bekas garukan kuku. Kemungkinan dari orang-orang yang berebut ingin bersalaman. Ketika luka kering beliau sudah melepas sarung tangannya,” jelas Dian.

Sebelumnya, seolah menyindir Prabowo Subianto yang sempat kedapatan mengenakan sarung tangan saat bersalaman dengan warga, Jokowi bercerita soal dia yang bisa merasakan dukungan warga dari salaman secara langsung.

“Kalau saya ke desa di Jabar saya salaman rasakan, tapi nggak pakai sarung tangan. Saya rasakan ini dukung, ini dukung,” kata Jokowi di Apel Akbar Kesetiaan Relawan Buruh di Balereme, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (9/4).

 

dtk

LEAVE A REPLY