Wow, 63 Persen dari 7,4 Juta Truk di Indonesia Berusia Tua

0
745
Truck di Indonesia

Jakarta, Nawacita – Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyebut, total jumlah kendaraan truk di Indonesia mencapai 7,4 juta unit. Dari truk sebanyak itu, 63 persen di antaranya merupakan truk tua.

Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan, mayoritas truk tersebut usianya sudah di atas 10 tahun. Secara teknologi, emisinya masih tingkat Euro 2, sudah ketinggalan dibanding negara lain yang sudah Euro 4.

“Data BPS, truk di Indonesia ada 7,4 juta unit, 63 persen usianya di atas 10 tahun. Teknologi ketinggalan baik emisi gas buang masih Euro 2, negara lain sudah Euro 4,” katanya dalam Acara Apresiasi Peduli Keselamatan Angkutan Barang di Gedung IPC 2, Tanjung Priok, Jakarta (7/4).

Selain dari mesin emisi yang ketinggalan, teknologi truk di Indonesia juga mengutamakan ketahanan mengangkut beban, sementara kecepatan truk yang dipakai di Indonesia kurang optimal.

Hal ini, kata Gemilang, bakal berimbas pada keselamatan di jalanan, sebab menyebabkan kemacetan saat truk melaju di tol. Di samping itu, pihaknya juga berharap pemerintah memerhatikan kualitas pengemudi truk.

“Ini perlu perhatian dan kebijakan khusus dalam hal melakukan pendidikan, meningkatkan kemampuan dan keahlian melalui pendidikan, sertifikasi berstandar nasional dan internasional. Ini akan tingkatkan keselamatan di jalan dan kesejahteraan pengemudi,” tambahnya.

Karena itu, Gemilang ingin ada peremajaan pada kendaraan truk di Indonesia. Dia ingin pemerintah dan juga para pengusaha agar lebih memperhatikan kualitas pengemudi truk.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Umum Aptrindo Kyatmaja Lukman. Kata dia, pihaknya memang membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk peremajaan truk di Indonesia.

Dia menyebutkan, 1 truk harganya bisa mencapai Rp 1 miliar. Pengusaha ingin pemerintah membantu dalam masalah komponen harganya, seperti pengurangan pajak.

“Jadi itu yang kita minta insentif dari pemerintah bagaimana caranya kita bisa meremajakan truk. Karena harga truk itu kan harganya naik terus ya, naik 10 persen tiap tahun,” jelasnya.

Menhub Apresiasi Para Sopir Truk

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut peran logistik sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi. Sebab, dengan lancarnya logistik dari Sabang hingga Merauke membuat uang berputar dan ekonomi bergerak.

Logistik sendiri bisa lancar salah satunya karena peran para sopir truk. Budi pun mengapresiasi keberadaan mereka di Indonesia.

“Hari ini saya bersama Aptrindo dan sejumlah asosiasi, dan pengemudi saling mengapresiasi tentang apa yang mereka lakukan. Pengemudi baik secara individu maupun kelompok adalah satu kegiatan yang sangat mendukung logistik. Kita tahu bahwa logistik menjadi ujung tombak kemajuan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata dia dalam Acara Apresiasi Peduli Keselamatan Angkutan Barang.

Karena itu, kata Budi, dirinya secara pribadi dan kelembagaan mendukung kegiatan para sopir agar bisa beroperasi lebih baik lagi. Budi menegaskan, satu hal yang perlu diingat dari para sopir dalam mengantar logistik adalah faktor keselamatan yang harus menjadi nomor satu.

Keselamatan tidak berdiri sendiri, tapi ada cara-cara untuk mendapatkan keselamatan. Pertama, pemerintah melalui regulasi berbagai fasilitas memberikan suatu arah bahwa keselamatan itu yang dijunjung, misalnya jalan yang disediakan ada dua jalur.

“Enggak mungkin satu jalur saja, sehingga diarahkan pengemudi tidak bertabrakan atau banyak hal-hal lain yang secara keseharian dilakukan. Oleh karenanya saya ajak semua stakeholder khusus Aptrindo dan asosiasi lain memberikan dukungan kepada pengemudi agar mereka melakukan kegiatan berkeselamatan,” jelas dia.

Budi menyebut, besarnya peran para sopir dalam mendistribusikan logistik sangat besar. Dia menyatakan, sopir merupakan pekerjaan mulia. kump

LEAVE A REPLY