Milenial Tetap Sumbang Suara Banyak untuk Jokowi-Ma’ruf, Meski Apatis Politik

0
168
Meski Apatis Politik, Milenial Tetap Sumbang Suara Banyak untuk Jokowi-Ma'ruf.
Meski Apatis Politik, Milenial Tetap Sumbang Suara Banyak untuk Jokowi-Ma'ruf.

JAKARTA, Nawacita – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan bahwa pemilih yang berasal dari kaum milenial yang memiliki populasi sebesar 44.7 persen memiliki dua alasan kuat yang akan membuat mereka tidak akan menggunakan hak pilihnya atau golput.

Berdasarkan survei yang dilakukan, pemilih milenial akan melakukan golput dikarenakan tidak terpapar informasi mengenai waktu pelaksanaan Pemilu, dan yang kedua adalah apatisme terhadap politik.

“Alasan kenapa golput di segmen ini ada dua, yang pertama masalah tidak terinformasi, kedua apatisme politik di pemilih milenial,” ujar Ikrama Masloman selaku peneliti dari LSI Denny JA dikantornya, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

“Kita tahu bahwa pemilih milenial ini mereka karakternya progresif, dan kritis. Progresif, dan kritis erat kaitannya dengan kekecewaan melihat fenomena politik tadi. Sehingga mereka cenderung mengambil jarak politik,” tambahnya.

Menurut Ikrama Masloman apatisme terhadap politik dapat menguat dikalangan milenial dikarenakan terdapatkan beberapa gerakan-gerakan yang mengarah kepada golput, seperti meme yang dilakukan akun anonim Nurhadi-Aldo, dan slogan-slogan golput lainnya.

“Berjaraknya mereka dengan politik mengakibatkan menguatnya apatisme mereka dalam politik. Apalagi kalau kita lihat banyak gerakan-gerakan yang menuju ke gerakan golput ini, yang kita lihat banyak aneka meme, seperi Nurhadi Aldo,” ungkap Ikrama Masloman.

Meskipun diterpa apatisme politik, namu menurut survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA didapatkan jumlah pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dari kaum milenial sebesar 56.5 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya memperoleh sebanyak 34.5 persen.

“Jadi kalau golput banyak terjadi di pemilih milenial maka Jokowi-Ma’ruf Amin sekali lagi akan dirugikan. Karena margin kemenangan pak Jokowi-Ma’ruf Amin di sini sebesar 22 persen. Yang artinya jika ini tidak maksimal akan hilangnya pendukung pak Jokowi-Ma’ruf Amin di sini,” tutupnya.

oknws.

LEAVE A REPLY