TP PKK Jatim Dukung Pelaksanaan Kampung KB

0
468

Surabaya, nawacita -Tim Penggerak PKK Provinsi Jatim terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Jatim. Peran PKK Jatim di
Kampung KB tidak lepas dari kerjasama dari Petugas Lapangan KB (PLKB).

“TP PKK secara berjenjang, melalui 10 program pokok PKK dan adanya
kader PKK sebagai ujung tombak dari gerakan PKK, sangat mendukung Kampung
KB yang telah dicanangkan sejak tahun 2017,” kata Ketua TP PKK Provinsi Jatim
Arumi Bachsin saat menjadi narasumber Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program
Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tahun
2019 di Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Senin (11/3) siang.

Menurutnya, Kampung KB ini penting sekali didukung karena merupakan
program satu pintu yang dilakukan BKKBN yang tidak hanya mengatur jumlah anak
yang dimiliki keluarga, tetapi juga menekankan keluarga yang berkualitas.
“Ini dapat dilihat dengan antusiasnya daerah dalam mengikuti Lomba PKK KB
Kes yang lokusnya di Kampung KB, yang saat ini sedang dalam proses verifikasi
bedah dokumen,” ujar Istri Wagub Jatim ini.

Dijelaskan, tugas Kader PKK Jatim dalam mendukung Kampung KB terbagi
menjadi tiga. Antara lain, sebagai penyuluh, penggerak, dan pencatat. Sebagai
penyuluh, lanjutnya, Kader PKK Jatim menyampaikan informasi-informasi penting
pada keluarga dan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak. Sebagai contoh
terkait pentingnya mendewasakan usia perkawinan atau menunda hamil pada usia
21-35 tahun dan manfaat ber KB untuk mengatur kehamilan. Selain itu mengenai
pentingnya gizi dan imunisasi pada Ibu hamil, kesehatan waktu hamil dan
melahirkan.

Sebagai penggerak, Kader PKK Jatim menggerakkan keluarga dan
masyarakat agar mau memperhatikan ibu yang sedang hamil untuk keselamatan ibu
dan anak yang akan dilahirkan. Caranya yaitu dengan ikut KB, mengajak Pola Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS), dan menjaga lingkungan.

“Nah peran ini ada pada Pokja IV PKK yang mengelola program kesehatan,
kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat,” tuturnya.
Sedangkan sebagai pencatat, Kader PKK Jatim pada kelompok dasawisma
tugasnya mendata ibu-ibu hamil yang menjadi sasarannya. Adapun tiga jenis yang
didata di Kelompok Dasawisma meliputi catatan keluarga, ibu hamil, kelahiran dan
kematian bayi. Selain itu juga mendata pada persoalan kematian ibu hamil saat
melahirkan serta menambah data nifas jika terdapat gangguan jiwa di kelompok
tersebut.

Termasuk juga mencatat data dan kegiatan warga. Untuk di Posyandu, yang
dicatat antara lain KMS (Kartu Menuju Sehat), serta SIP (Sistem Informasi
Posyandu)," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Prof. Dr. Haryono Suyono mengatakan, ada
strategi terpadu yang bisa dilakukan pada program KKBPK. Yaitu kepala desa harus
menggunakan peta keluarga untuk memberdayakan keluarga prasejahtera.

Disamping itu, kepala desa dan PLKB wajib mengajak masyarakat menggunakan
posyandu/klinik desa dan MCK yang sudah dibangun.
Selain itu, kepala desa dan BKKBN harus memprioritaskan keluarga
prasejahtera untuk padat karya dan kegiatan BUMDes. Termasuk mengarahkan
UPPKS/Posdaya dan kegiatan ekonomi kelompok dalam BUMDes.
Pada kesempatan yang sama, ia juga mengharapkan agar indeks
kebahagiaan harus ditingkatkan. Sebab kondisi tersebut dinilai masih rendah di
bawah 70.

Rakerda Program KKBPK tersebut dilaksanakan selama dua hari, 11-12
Maret 2019 yang diikuti sebanyak 250 orang. Jumlah tersebut terdiri dari kepala
organisasi perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Jatim, pejabat
struktural dan fungsional Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, serta mitra kerja dan
stakeholder terkait.

Hms/dny

LEAVE A REPLY