Viral, Putra Mahkota Arab Saudi “di Lamar” Komedian Wanita Israel

0
363
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

TEL AVIV, Nawacita – Seorang komedian wanita Israel melalui video mengajukan “Lamaran” untuk menjadi calon istri Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. “Lamaran” yang dia klaim tulus itu menjadi viral di media sosial.

Noam Shuster-Eliassi dengan gaya bercanda mengutarakan niatnya untuk membuat ikatan pernikahan dengan calon raja Saudi itu. Niat itu dia utarakan selama wawancara dengan saluran berita berbahasa Arab, i24.

Dia mengaku sedang meratapi nasibnya bahwa tidak ada yang suka dengan gadis yang tinggi dan kuat seperti dirinya. Komedian berusia 32 tahun yang belum menikah itu mengeluh bahwa keluarganya menekannya untuk mencari seorang suami.

Keluarganya mengatakan kepadanya bahwa mereka terbuka untuk pria manapun, bahkan seorang non-Yahudi sekali pun. Namun, Shuster-Eliassi mengatakan bahwa dia sedang berburu pangeran tampan yang nyata.

“Saya tidak ingin (menikah) dengan sembarang orang. Saya ingin menembak yang tinggi,” kata Shuster-Eliassi kepada tuan rumah program berita di i24. “Ada (Presiden Suriah) Bashar al-Assad yang tinggi. Tapi, tidak, tidak, tidak, dia tidak akan bekerja. MBS (Mohammed bin Salman). MBS adalah pria yang sangat tinggi dan saya tahu sekarang ada…lebih banyak hubungan antara Arab Saudi dan Israel,” ucapnya.

Dia tak menyadari bahwa niatnya untuk menjadi istri calon raja Saudi itu menyebar di media sosial Arab. Beberapa situs berita menjadikannya bahan laporan dengan menganggapnya seperti cerita kartun Disney yang sangat kacau.

Salah satu situs berita Maroko, misalnya, menulis; “Shuster-Eliassi sedang merayu bin Salman dan ingin mengikat ikatan dengannya.”

Komentarnya beredar luas di internet setelah Faisal al-Qassem, seorang tokoh media terkenal di dunia Arab, menulis sebuah posting Facebook tentang persatuan yang tidak lazim. Lelucon itu kemudian diambil oleh BBC Arab dan Al-Jazeera.

Shuster-Eliassi telah menyatakan keterkejutannya atas perhatian yang sepertinya diterima sebagai leluconnya.

“Saya tidak berharap dengan cara apa pun untuk itu meledak dengan cara ini,” katanya kepada Times of Israel, Sabtu (2/3/2019). “Saya belum pernah mengalami sesuatu dalam skala ini,” ujarnya.

Dia berspekulasi bahwa lamaran yang sebenarnya candaan itu mendapat begitu banyak perhatian media di dunia Arab karena itu bertepatan dengan konferensi yang dipimpin Amerika Serikat tentang Timur Tengah di Warsawa, yang dihadiri para pejabat senior dari Israel, Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.

“Leluconnya adalah bahwa Saudi dan Israel sudah mengadakan pertemuan rahasia, jadi saya memintanya untuk membantu saya yang menjadi lajang dan membuat pesta saya,” katanya. “Waktu yang bertepatan dengan KTT Warsawa adalah apa yang membuatnya lepas landas. Saya pikir dunia Arab menggunakannya sebagai amunisi untuk mengatakan sesuatu tentang apa yang terjadi dan kepentingan sempit yang memimpin wilayah ini.”

sdnws.

LEAVE A REPLY