Jatim Gelar USBN dengan Smartphone, Khofifah Jamin Soal Tak Akan Bocor

0
391
Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya Nawacita — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau sejumlah sekolah di Surabaya. Kedatangan Khofifah untuk melihat pelaksanaan hari pertama Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS).

Ada empat sekolah yang dikunjungi Khofifah pada Senin (4/3), yaitu SMA Hang Tuah 1 Surabaya, SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, dan SMAN 1 Surabaya.

Khofifah mengatakan, ujian sekolah kali ini berbeda dengan yang pernah diselenggarakan sebelumnya. Para siswa dapat menggunakan telepon pintar miliknya sendiri sebagai media menjawab soal ujian.

“Yang baru dari proses update teknologi dari USBN di Jawa Timur adalah penggunaan smartphone. Jadi ada yang berbasis komputer, ada juga smartphone,” kata Khofifah di SMAN 1 Surabaya, Senin (4/3).

Dari keempat SMA tersebut, hanya SMA Hang Tuah 1 Surabaya yang memperbolehkan siswanya menggunakan smartphone sebagai media menjawab soal ujian. Sedangkan sekolah lainnya hanya memperbolehkan soal dijawab dengan laptop.

Kendati siswa menjawab soal ujian dengan telepon genggam, Khofifah yakin tidak bakal terjadi kecurangan. Pasalnya, sudah ada sistem yang dibuat sehingga soal tidak bisa dibocorkan peserta ujian atau mencari tahu jawaban lewat internet.

“Kalau sudah di-login maka mereka bisa akses masing-masing dan tertutup akses ke link lainnya. Sehingga kekhawatiran kemungkinan mereka bisa googling untuk jawaban-jawaban tertentu itu nggak memungkinkan karena baik sistem itu sudah di-lock ketika dia login,” ungkapnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyediakan 5 ribu paket soal. Artinya, setiap siswa akan menerima soal yang berbeda.

“Saya melihat ada improvement dalam USBN, Ujian Sekolah Berstandar Nasional tahun ini saya rasa kita akan bisa menjaga akuntabilitas dari pelaksanaan USBN karena soal yang disiapkan oleh Kadisdik Pemprov itu 5 ribu lebih,” jelas mantan mensos ini.

Senada dengan Khofifah, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Saiful Rachman mengatakan, dari 175 ribu peserta ujian sekolah, ada 50 persen peserta ujian sekolah yang menggunakan smartphone. Sisanya menggunakan laptop.

“Kalau sekolah yang satu sesi banyak yang menggunakan smartphone itu untuk antisipasi. Kurang lebih sekitat 50 persen (pakai smartphone) seluruh Jatim,” jelasnya.

“Ya, jadi sistem ini di Jatim semuanya 100 persen. Smartphone ini kita upayakan menggunakan laptop karena Ibu (Gubenur) tadi melihat anak-anak jangkauan melihat kurang luas. Kalau pakai laptop lebih,” imbuhnya.

Sebelumnya, Khofifah telah melakukan salat Tahajud untuk mendoakan kelancaran Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer dan Smartphone (USBN-BKS) siswa SMA/SMK se-Jawa Timur, Senin (4/3) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Selain itu, Khofifah juga mengajak jajaran pejabat Pemprov Jatim berpuasa sunnah sebagai bentuk dukungan moril dan spiritual kepada siswa SMA/SMK se-Jatim dalam menghadapi USBN-BKS.

rp

LEAVE A REPLY