Rahasia Panjang Umur Orang Jepang Ternyata Berasal Dari Tanaman Ini

0
353
salah satu tanaman di Jepang, yang dikenal sebagai Ashitaba.
salah satu tanaman di Jepang, yang dikenal sebagai Ashitaba.

Nawacita – MEMILIKI usia yang panjang dan wajah yang awet muda pastilah menjadi dambaan semua orang. Menjadi awet muda pun seakan menjadi life goals bagi banyak orang, terutama kaum perempuan.

Penuaan, bagi mereka, merupakan hal yang bisa dibilang ‘menakutkan’. Banyak dari mereka kemudian mencari cara tetap terlihat muda. Salah satunya dengan tanaman di Jepang, yang ternyata mampu memperlambat proses penuaan!

Dilansir dari Mirror, sebuah studi baru menunjukkan bahwa kunci untuk memperlambat proses penuaan terletak di salah satu tanaman di Jepang, yang dikenal sebagai Ashitaba. Ashitaba adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga wortel. Tanaman ini berasal dari Jepang dan bisa ditemukan di Pantai Pasifik.

Para peneliti dari Universitas Graz di Austria menemukan, senyawa di dalam tanaman Ashitaba, yang disebut DMC (dichloromethyicarbinol), dapat memperpanjang hidup manusia.

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications, para peneliti memberi DMC pada lalat buah, cacing, dan tikus. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan! Terlihat bahwa senyawa mampu memperpanjang rentang hidup lalat dan cacing sebesar 20%, sementara pada tikus, senyawa terbukti melindungi hati mereka, bahkan ketika aliran darah berkurang.

Para peneliti yang dipimpin oleh Frank Madeo mengatakan, “Penelitian ini mengidentifikasi DMC sebagai senyawa anti-penuaan dengan efek kardioprotektif pada tikus dan potensi untuk mendorong umur panjang pada semua spesies.”

Untuk menggali lebih dalam terkait penelitian ini, para peneliti menyatakan bahwa DMC bekerja dengan merangsang Autophagy, mekanisme tubuh untuk membersihkan sel-sel tua dan menggantinya dengan sel-sel baru yang lebih sehat.

Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami apakah efek menguntungkan yang sama akan terlihat pada manusia. Para peneliti menambahkan, “Studi di masa depan harus mengeksplorasi apakah DMC dan keturunannya yang ditentukan secara kimia dapat juga bermanfaat jika digunakan pada manusia.”

oknws.

LEAVE A REPLY