Untung Rugi Pembentukan Holding BUMN

0
344
Gedung Kementrian BUMN.
Gedung Kementrian BUMN.

Jakarta, Nawacita Pemerintah terus mewujudkan pembentukan induk usaha atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di berbagai sektor. Salah satu yang bakal terwujud dalam waktu dekat adalah holding BUMN infrastruktur yang saat ini tinggal menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP).

Ekonom senior sekaligus Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Cyrillus Harinowo mengatakan, ada sisi positif maupun negatif dalam pembentukan holding BUMN tersebut. Selain itu ada juga tantangan untuk mewujudkan hoding BUMN sektoral. 

“Pertama dan paling berat adalah menyatukan culture. Contohnya di perbankan, pasti masing-masing merasa saya lebih dari kamu, saya yang seharusnya menjadi leader. Isu ini selalu muncul. Begitu juga untuk karya, tetapi ini salah satu cara untuk lebih membesarkan satu bisnis dari yang kelas lokal dan nasional menjadi kelas regional,” ujarnya di Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Sedangkan untuk manfaatnya, lanjut dia, keuntungan dari proses penggabungan BUMN ialah semakin kuatnya finansial perusahaan. Ini disebabkan terintegrasinya masing-masing perusahaan pelat merah itu.

“Dengan adanya holding BUMN, kekuatan yang tadinya terpecah-pecah, akhirnya menjadi terkonsolidasi. Holdingnisasi masih jauh lebih mudah dibandingkan dengan merger. Seperti waktu Bank Mandiri berdiri, itu luar biasa sekali karena menyatukan culture, menyatukan orang, termasuk menyatukan sistem informasinya. Dulu dari 4 bank ada kalau tidak salah ada 8 sistem yang harus dijadikan satu sistem,” ujarnya.

lptn6

LEAVE A REPLY