PBB: Korea Utara Lindungi Kapabilitas Nuklir dan Rudalnya, Sanksi Tidak Efektif

0
220
Rudal nuklir Korea Utara.
Rudal nuklir Korea Utara.

NEW YORK, Nawacita – Tim pengawas PBB mengatakan Korea Utara telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kapabilitas nuklir dan rudal balistiknya tidak dapat dihancurkan dengan serangan udara dan menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap negara terisolasi itu ternyata tidak efektif. Hal itu disampaikan dalam sebuah laporan menjelang pertemuan antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara untuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi denuklirisasi kedua antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un.

Dalam laporan rahasia yang diserahkan kepada 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB pada Senin, tim pengawas sanksi PBB mengatakan bahwa mereka telah “menemukan bukti adanya tren yang konsisten dari pihak DPRK untuk menyebar lokasi perakitan, penyimpanan dan pengujian senjatanya”. DPRK adalah nama resmi dari Korea Utara.

Laporan sepanjang 15 halaman itu juga menyatakan bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap Pyongyang terbukti tidak efektif dengan terus terjadinya pelanggaran yang dilakukan Korea Utara terhadap resolusi PBB.

“Negara ini (Korea Utara) terus menentang resolusi Dewan Keamanan melalui peningkatan besar-besaran transfer ilegal kapal-ke-kapal untuk produk minyak bumi dan batubara,” demikian disampaikan tim pemantau sanksi tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (5/2/2019).

“Pelanggaran ini membuat sanksi terbaru di Amerika Serikat tidak efektif.”

Para pemantau mengatakan mereka memiliki bukti satu transfer 57.600 barel produk minyak terlarang yang belum pernah terjadi sebelumnya, bernilai lebih dari USD 5,7 juta.

Laporan itu disampaikan menjelang pertemuan antara Utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun, dengan pejabat Korea Utara di Pyongyang untuk mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi kedua antara Kim Jong-un dengan Donald Trump yang diperkirakan berlangsung pada akhir bulan ini.

Pada pertemuan pertama di Singapura pada Juni tahun lalu, kedua pemimpin sepakat untuk melakukan proses menuju denuklirisasi Semenanjung Korea, namun sejauh ini tidak banyak hasil yang telah dicapai.

Korea Utara sebelumnya mengatakan tidak akan secara sepihak menyerahkan senjata nuklirnya kecuali Amerika Serikat terlebih dahulu menghilangkan ancaman terhadapnya. Korea Utara telah lama menuntut pasukan AS ditarik sebagai syarat perdamaian.

oknws.

LEAVE A REPLY