Rusia Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir dengan AS dan Akan Kembangkan Rudal Baru

0
382
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MOSKOW, Nawacita – Rusia pada Sabtu telah menangguhkan perjanjian rudal nuklir jarak menengah (Intermediate-range Nuclear Forces Treaty/INF) yang ditandatangani semasa Perang Dingin dengan Amerika Serikat (AS) menyusul Pemerintahan Presiden Donald Trump yang mengumumkan keluar dari perjanjian itu pekan ini. Hal itu diumumkan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang menginstruksikan Moskow untuk tidak memulai perundingan perlucutan senjata dengan Washington.

Sengketa terkait INF ini merupakan isu terbaru yang memperburuk hubungan antara AS dan Rusia dalam beberapa tahun belakangan. Kedua negara berkemampuan nuklir itu telah saling berseberangan dalam beberapa isu lainnya termasuk pengambilalihan Krimea oleh Rusia dan tuduhan keterlibatan Moskow dalam pemilihan presiden AS pada 2016.

“Mitra Amerika telah menyatakan bahwa mereka menunda partisipasi mereka dalam kesepakatan (INF), kami juga menangguhkannya,” kata Putin dalam pertemuan dengan menteri luar negeri dan menteri pertahanannya yang disiarkan televisi sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu (2/2/2019).

Pada Jumat, AS mengumumkan bahwa mereka akan menarik diri dari perjanjian INF dengan Rusia dalam enam bulan, kecuali jika Moskow mengakhiri apa yang dikatakannya sebagai pelanggaran terhadap perjanjian pengendalian persenjataan yang ditandatangani pada 1987 itu.

Putin mengatakan, Rusia akan memulai pengembangan rudal baru, termasuk rudal hipersonik dan memerintahkan menteri-menterinya untuk tidak memulai pembicaraan perlucutan senjata dengan Washington. Putin menuduh AS lamban dalam merespons langkah pembicaraan yang diinisiasi Rusia.

“Kami telah berulang kali, selama beberapa tahun, dan terus-menerus mengajukan pertanyaan tentang perundingan substantif tentang masalah pelucutan senjata, khususnya, pada semua aspek,” kata Putin.

“Kami melihat, bahwa dalam beberapa tahun terakhir para mitra belum mendukung inisiatif kami.”

Dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga menuduh Amerika Serikat melanggar INF dan perjanjian senjata lainnya, seperti perjanjian non-proliferasi.

Putin mengatakan bahwa Rusia tidak akan menambah anggaran militernya untuk senjata-senjata baru dan tidak akan mengerahkan senjatanya di Eropa dan kawasan lain kecuali AS yang melakukannya.

oknws.

LEAVE A REPLY