Rizal Ramli: Utang Dibayar Hutan, Indonesia Bisa Dapat 10 Miliar Dollar

0
206
Rizal Ramli usai menghadiri Halaqoh Ekonomi dengan tema 'Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur' di Hotel Atria Jalan Letjen Sutoyo

Malang,Nawacita – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebut, Indonesia bisa mendapatkan dukungan finansial sebesar 10 miliar dollar hari ini. Bagaimana caranya ?.

“Kalau pemerintah inovatif, bisa dapatkan 10 miliar dollar hari ini. Itu bisa kami lakukan di era kepemimpinan Gus Dur. Utang dibayar hutan,” ungkap Rizal Ramli usai menghadiri Halaqoh Ekonomi dengan tema ‘Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur’ di Hotel Atria Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Kamis (31/1/2019).

Rizal mengaku pernah melakukan hal itu ketika dunia berteriak akan dampak perubahan iklim. Kala itu, Rizal menawarkan kepada Jerman untuk membayar utang Indonesia dan menggantinya dengan konservasi hutan di Indonesia.


“Waktu itu negara barat, salah satunya Jerman ramai terus, kamu punya hutan dipotong terus, kita perlu oksigen. Saya kemudian ngomong, ya kamu (Jerman) bantu bayar utang Indonesia, diganti dengan konservasi, mereka mau,” beber Rizal Ramli.

Langkah ini, kata dia, bisa dijalankan atau mendatang ketika Indonesia telah memilih pemimpin baru. Karena dampak dari global warming (pemanasan global) sangat dikeluhkan oleh negara-negara barat.

“Menurut saya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya, bisa dengan mengolah hutan-hutan yang rusak di wilayah Kalimantan untuk dilakukan konservasi dengan menawarkannya kepada negara-negara yang memiliki kepedulian dengan lingkungan,” tegasnya.

“Jangan ke Amerika, karena Donald Trump tak begitu memerlukan untuk saat ini, karena kurang peduli dengan lingkungan,” sambung Rizal.

Banyak hal disampaikan Rizal Ramli dalam forum yang turut menghadirkan guru besar ekonomi Universitas Indonesia Profesor Sri Edi Swasono menjadi pembicara.

“Konsep ekonomi Gus Dur lebih mengedepankan kepada keberpihakkan kepada rakyat. Ekonomi konstitusi sangat dipegang teguh. Siapapun presidennya, kalau menteri pro neo liberalisme akan sulit menjalankannya,” tandas Rizal.

dtk

LEAVE A REPLY