Bawaslu Surati Pos Ponorogo: Tahan Distriusi Tabloid Indonesia Barokah

0
243
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo.

Ponorogo,Nawacita – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo mengirimkan surat ke Kantor Pos Indonesia wilayah Ponorogo. Isinya untuk menahan pendistribusian tabloid Indonesia Barokah.

“Kamis (24/1) malam kemarin kami mendapat informasi adanya pendistribusian tabloid tersebut di Ponorogo, ada dua karung dan satu kantong plastik,” tutur Koordinator Divisi Hukum Sulung Muna Rimbawan kepada detikcom saat ditemui di kantor Bawaslu Ponorogo, Jalan Trunojoyo, Jumat (25/1/2019).

Usai penemuan tersebut, lanjut Sulung, pihaknya pun langsung mengirimkan surat kepada kantor pos untuk menghentikan sementara pendistribusian paket tersebut. Sebab masih menunggu keputusan Bawaslu Pusat.

“Kan ini hampir di seluruh Indonesia ya, terutama Jawa Timur ini seluruh Kabupaten/Kota juga menerima paketan ini dan keputusan saat ini yang diambil yakni menghentikan sementara pendistribusian ini,” jelasnya.

Saat disinggung terkait isi materi tabloid fenomenal tersebut kata-kata provokatif terhadap salah satu Paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Ini seperti mendukung salah satu calon dengan cara menjatuhkan calon lain, kita tidak bisa memutuskan seperti apa nanti kita lihat keputusan Bawaslu Pusat apakah ini ditarik atau lanjut didistribusikan,” terang dia.

Saat ini diperkirakan ada 250 paket yang ditahan di kantor Pos Indonesia. Paket tersebut tampak ditumpuk rapi di sudut ruangan. Ada dua karung dan satu kantong plastik paketan tabloid Indonesia Barokah.

Sementara itu, Manajer Proses Hantaran PT Pos Indonesia Heru Nugroho menjelaskan pihaknya tidak mengetahui persis isi dari paketan tersebut. Hanya saja di amplop berwarna cokelat tersebut berisi tentang alamat si penerima dan pengirim.

“Pengirimnya dari redaksi tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. Ditujukannya kepada pengurus masjid, musala, pondok pesantren dan kantor kecamatan,” imbuh dia.

Heru pun menambahkan pihaknya kini menunda sementara pengiriman paket sesuai arahan Bawaslu dan pihak aparat penegak hukum. Namun ada beberapa paket yang sudah terlanjur terkirim hampir di setiap kecamatan.

“Kami tugasnya hanya mendistribusikan, jadi kami tidak ikut campur masalah isinya seperti apa, jadi pas ada paketan ya seperti paketan pada umumnya langsung kami distribusikan. Dan ini menggunakan pengiriman jenis biasa jadi kami tidak bisa mengetahui jumlah persisnya, kalau via khusus atau express kita tahu jumlahnya,” papar dia.

Saat disinggung terkait paketan yang masih ada di kantor Pos, Heru menambahkan itu merupakan paketan sisa dari pendistribusian awal.

“Yang ada disini, paketan yang tujuannya tidak jelas dan tidak ada penerimanya, jadi kami tahan dulu di kantor,” pungkas dia.

dtk

LEAVE A REPLY