Kubu Prabowo Bersyukur La Nyalla Sudah Tidak Lagi di Timnya

0
297
Andre rosiade
Andre rosiade

JAKARTA Nawacita  – Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, pihaknya merasa beruntung La Nyala sudah tidak ada lagi di kubunya. Menurutnya, sikap yang ditunjukan La Nyala selama ini sangat kontra produktif dengan apa yang menjadi cita-cita luhur Prabowo.

“Alhamdulillah, kami bersyukur manusia macam La Nyala sudah tidak berada di tempat kami. Dia sendiri yang mengaku selama ini menebar fitnah. Dan sikap semacam itu bukan bagian dari tujuan kami membangun negeri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pernyataan La Nyalla Mattalitti yang sesumbar akan memotong leher jika Prabowo-Sandi menang di Madura. Namun, pada akhirnya diralat kembali karena takut pernyataan tersebut terealisasi.

“Awalnya La Nyalla sombong sampai nantang warga Madura potong lehernya. Sekarang dia ralat. Mungkin dia juga semakin tahu bahwa Prabowo-Sandi banyak dapat dukungan di Madura,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Andre juga juga beranggapan, bahwa siapa pun yang didukung oleh La Nyala akan kalah dalam hal apa pun. Karena dukungannya malah akan berdampak buruk kepada yang didukung.

“Energi yang dipancarkan La Nyala ini sangat negatif, dan itulah yang kami syukuri setelah dia sudah tidak ada di sini. La Nyala bawa sial, yang didukung La Nyala biasanya kalah. Jadi kami yakin Prabowo-Sandi akan menang Pilpres 2019,” tandasnya.

Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti sesumbar akan memotong leher jika capres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang di Madura. Dia mengatakan hal itu ditujukan untuk anak buahnya yang berada di lapangan agar bekerja keras memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Potong leher itu, saya pertegas sama komunitas saya bahwa kamu harus kerja keras untuk Pak Jokowi, jangan sampai leher saya dipotong,” kata Nyalla saat berbincang dengan di Gedung Transmedia, Jl. Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018) malam.

Dia menegaskan, istilah ‘potong leher’ itu ditujukan untuk komunitasnya di Jawa Timur. Jangan sampai Prabowo menang di Madura.

“Makanya saya bilang potong leher saya kalau Prabowo menang di Madura, itu untuk mempertegas kepada anggota saya, jangan sampai Prabowo menang di Madura,” ungkapnya.

si

LEAVE A REPLY